Davika duduk di teras rumah sambil memainkan ponsel di tangannya. Sesekali gadis itu menoleh ke arah jalan depan. Menantikan suaminya yang tak kunjung tiba. Tadi sepulang dari kampus, dia mampir ke rumah sang mama, dan kembali pulang dengan membawa ayam teriyaki buatan mamanya untuk lauk. Setelahnya dia pulang diantar oleh pak Muklis. Davika menunggu Ammar untuk makan malam bersama, dia rela menahan lapar untuk itu. Namun entah mengapa yang dinanti tak kunjung tiba. Setengah jam yang lalu, Davika menelepon dan mencari tahu posisi Ammar. Lelaki itu mengatakan akan segera pulang. Lagi-lagi Davika dibuat gelisah. "Ehmm, tumben duduk di luar mbak?" Sapa sebuah suara yang tak asing. Davika mengarahkan pandangannya pada sumber suara tersebut. "Oh iya, saya lagi nungguin suami saya," jawabnya

