Mata Davika berputar menatap kondisi dapur sederhana di rumah keluarga Ammar. Bisa dibilang, tak ada satupun barang mewah di tempat ini. Nenek Ammar memasak masih dengan cara tradisional. Dua buah tungku dengan tumpukan kayu bakar di sampingnya. Sebenarnya ada satu buah kompor juga. Tapi menurut nenek Siti memasak dengan kayu bakar akan menghasilkan masakan yang lebih nikmat. Bagian dapur ini memang cukup bersih untuk ukuran dapur tradisional. Dinding bata yang tidak dilapisi semen sudah menghitam di beberapa bagian karena terkena jelaga akibat asap dari kayu bakar. Terdapat satu buah jendela menghadap ke bagian belakang rumah sebagai penerang dan fentilasi udara. Zafiah sedang memotong ayam menjadi beberapa bagian, sementara nenek Siti tengah menyiapkan bumbu sambil menjelaskan pada Zaf

