"lebih baik, untuk sementara waktu, kalian berdua tinggal di rumah papa. Kamu masih butuh perawatan, mar. Dan di rumah akan ada banyak yang membantu mengurusi keperluan kamu. Kalau hanya mengandalkan Davika, papa tidak yakin dia mampu, mar," terang sang papa mertuanya panjang kali lebar. Hari ini Ammar akan keluar dari rumah sakit. Cukup satu hari dia mendapatkan perawatan di rumah sakit itu. Sebab dikarenakan lukanya memang tidak terlalu parah. Dalam artian tidak mengganggu bagian dalam tubuhnya. Hanya otot dan beberapa bagian kulit yang sobek memang cukup membuat gerak Ammar jadi terkendala. "Bukannya menolak, pa. Tapi saya...," Ammar selalu teguh dalam pendiriannya, meski itu terkadang justru terkesan keras kepalanya. "Sudah, kali ini papa nggak menerima penolakan kamu, mar. Pokoknya

