Part.65

2275 Kata

Pak Rahman melamun sambil duduk sendirian di teras rumah. Wajahnya yang telah keriput itu tampak lelah. Bukan lelah karena pekerjaan atau semacamnya, tapi lelah karena pikiran yang mengganggu. Di usianya saat ini seharusnya hidupnya lebih tenang dan bahagia dengan keluarganya. “Pak, makan dulu. Ibu perhatikan sejak kemarin bapak kok murung sekali. Maka juga tidak banyak, sebenarnya ada apa, pak?” bu Siti bukan tidak menyadari bahwa perilaku sng suami tampak berubah semenjak kemarin. Wajah yang biasanya sangat tenang dan berwibawa itu tampak lebih banyak murung dan sedih. “Tidak ada apa-apa bu, yah namanya sudah tua, nafsu makan menurun itu sudah biasa. Nanti lah setelah ini bapak makan.” Pak Rahman tersenyum menyembunyikan segala kegundahannya. “Kita ini sudah bersama-sama puluhan tahun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN