Perlakuan Mas Iwan pada Dinda

1367 Kata

“Wah, ini nih yang ditunggu-tunggu. Sejak bertemu sampai mau pulang masa nggak ada adegan saling sentuh sama sekali sih? Pasti sekarang akan terjadi. Mau lihat, atau mau langsung pulang, Rum? Nanti emosimu malah semakin nggak terkontrol. Kita juga harus pulang ke rumahmu duluan sebelum Iwan sampai kan?” Ayu kembali usil membakar bara api yang sudah jelas-jelas membara di dalam dadaku. “Nggak! Aku tetap mau lihat! Harus melihatnya dong! Gampang nanti aku WA minta dibelikan makan, Mas Iwan pasti cari pesananku dulu. Kita bisa tetap pulang ke rumah sebelum suamiku sampai.” Mataku tak mau melepaskan sosok Mas Iwan yang masih berbicara dengan Dinda. Apakah benar nantinya akan ada adegan romantis? Darahku kembali mendidih. Berapa menit kemudian, Mas Iwan akhirnya menyudahi percakapannya den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN