Klakson mobil terdengar dari arah halaman depan. Baru berapa menit lalu aku mengirim pesan. Ternyata Ayu sudah ada di depan rumah ini. Gegas kakiku melangkah menemui Ayu. Aku tak jadi menunggu lama, karena sahabatku sudah datang menjemputku. “Baru tadi aku WA, tahu-tahu udah nongol di sini. Bagus sih. Kita bisa langsung ke rumah Dinda yang nggak tahu diri itu.” Aku membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Ayu. “Aku kan orangnya tepat waktu, nggak kayak kamu.” “Masa?” Mataku melotot. Ayu hanya meringis. Pada kenyataannya, perempuan ini adalah orang yang paling suka terlambat. Ini saja sudah kuperingati beberapa kali. Jadilah datangnya tepat waktu. “Buruan kita ke rumah Dinda. Aku nggak sabar pengin melabraknya dan menyingkirkan wanita itu jauh-jauh dari Mas Iwan.” “Iya, ini mau bera

