Akhirnya hari yang di nantikan pun tiba. Purnama penuh menghiasi langit yang bertabur dengan bintang. Suara gamelan berdenting merdu suaranya sampai terdengar di desa desa sekitar Gunung Raung. Gerak lemah gemulai para penari melenggak lenggok indah mengiringi suara musik dan mendayunya suara penyanyi sinden. Istana Sendang Wangi di penuhi sorak sorai kebahagiaan.
Sementara itu di dalam kamar, Pangeran Tawangulung mondar mandir dengan wajah di penuhi kecemasan.
"Kemana serulingku terjatuh ? Aku harus segera menemukannya sebelum seruling itu di temukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, apalagi aku sangat memerlukannya untuk membuka pintu menuju ke duniaku" ujar Pangeran sembari mengepalkan kedua tangannya.
Dengan balutan pakaian kebesaran seorang Pangeran agung berwarna kuning keemasan serta mahkota emas bertahtahkan berlian yang terpampang gagah diatas kepalanya semakin mengeluarkan aura kharisma seorang pemimpin. Serta wajahnya yang tampan dengan mata biru bening sangat indah semangkin membuat siapapun yang memandang akan terkesima.
Sementara di depan kamarnya Putri Kencana Sari meminta seorang dayang untuk memberikan minuman yang di suguhkan dalam gelas emas di atas sebuah nampan perak kepada Pangeran.
"Dayang kemarilah, berikan air ini kepada Pangeran, ia pasti sangat haus. Dan pastikan Pangeran meminum nya jika tidak, awaaaaas...aku akan membunuhmu."
Kencana sari memberikan pinggan berisi secangkir air kepada dayang, dengan nada mengancam dia memerintahkan dayang memastikan Pangeran harus meminum air itu.
Dengan di selimuti perasaan takut dayang tersebut menerima pinggan dari tangan Kencana Sari dan bergegas masuk kekamar Pangeran . Dia harus melaksanakan tugasnya dengan baik karna kalau tidak dia akan lenyap dari dunia ini. Mengingat kekejaman Putri Kencana Sari selama ini.
Senyum culas tersungging di bibir tipis Putri Kencana sari sembari pergi menuju kediaman Putri Embun yang nampak sudah bersiap untuk upacara ritual pernikahannya, dengan pakaian pengantin berwarna perak yang sangat menawan di sertai mahkota berlian yang tertengger anggun di atas kepalanya. Membuat wajah sang Putri tampak sangat cantik. Para dayang yang membantunya berhias, tak henti hentinya mereka memuji kecantikan penampilan Putri Embun yang sangat anggun dan rupawan.
" Ciiihhh.... kamu tidak pantas mendapatkan ini semua Embun !.... Kau telah merampas apa yang seharusnya menjadi milikku. Lihat saja aku akan menghancurkan hidupmu sebentar lagi." Ucap Putri Kencana Sari lirih sembari mendekati Putri Embun dengan tatapan penuh kebencian.
Para dayang pun segera menyingkir ketakutan begitu melihat kedatangan Kencana Sari. Hal ini membuat Putri Embun Terheran heran dan membalikkan tubuh nya ke belakang.
"Kanda Kencana Sari! Kanda datang ?"
Mengetahui kedatangan kakaknya tentu saja membuat Putri Embun sangat bahagia. Ia berdiri dan menghampiri Putri Kencana Sari.
"Iya... aku datang dinda , melihat apakah dinda sudah selesai berhias. Tepat tengah malam nanti acara ritual pernikahan akan segera di laksanakan "
Kencana Sari membuat alasan sembari matanya menyapu seluruh ruangan kamar Putri Embun. Tiba tiba matanya tertuju pada sebuah seruling bambu yang ada di atas meja rias sebelah Putri Embun.
"Benda apa di sebelahmu itu dinda ?. " tanya Kencana Sari sembari mendekati Putri Embun dan memgambil seruling di sebelahnya.
"Ohhh itu seruling bambu kanda, dinda menemukannya di hutan beberapa waktu yang lalu.. " jawab Embun sembari merapikan pakaiannya di bantu para dayangnya.
"Ini bukan seruling biasa , aku merasakan kekuatan besar di dalamnya." Gumam Kencana sari di dalam hati.
Diam diam dia memasukkan seruling itu di balik bajunya tanpa di ketahui Putri Embun yang sedang sibuk berhias.
"Baiklah dinda, kanda akan pergi memeriksa persiapan di luar. Cepatlah berhias sebelum tengah malam ." Ujarnya mencari alasan untuk secepatnya menimggalkan tempat itu.
"Baik kanda"
Melihat perubahan sifat kakaknya yang tidak memperlihatkan sikap permusuhan seperti biasanya Putri Embun tersenyum bahagia sembari menatap kepergian kakaknya tanpa ada rasa curiga sedikit pun.
Kencana Sari pergi meninggalkan Putri Embun dengan menyeringai licik. Tanpa di ketahui siapapun sebuah rencana jahat sedang di jalankan Kencana Sari untuk menghancurkan pernikahan adik nya.
Sesampainya di luar kamar Kencana Sari mengamati seruling sakti itu dengan seksama. Dan langsung mengenalinya.
" Ini bukan seruling biasa , ini adalah seruling sakti dari dunia manusia. Benda ini akan sangat berguna untuk membantu rencanaku. "
Dia pun kemudian menyimpan kembali seruling itu di balik bajunya. Dan bergegas kembali ke arah kamar Pangeran Tawangulung.
"Heiii... dayang kemari !!!"
Kencana sari memanggil dayang yang dia perintahkan memberikan minuman kepada Pangeran tadi.
"Ii....iyaaa...Putri "
Dengan suara terbata bata dan di penuhi rasa takut dayang tersebut ragu ragu mendekati Putri Kencana Sari.
"Apakah Pangeran sudah meminum air itu.?" Tanyanya dengan tatapan tajam mengancam
"Iiiyaa... putri su..sudah ....haam..hamba yang memberikanya langsung dan pangeran meminumnya di depan hamba." Dayang itu menjawab dengan suara parau karna gemetar dan ketakutan.
"Ha...ha..ha... bagus ....kerja yang bagus. Ingat jangan pernah mengatakan pada siapapun. Kamu mengerti !!!"
"Iii...iiya ..putri...ammpunn..." tubuh dayang itu menggigil dibpenuhi rasa takut, spontan dayang itu berlutut sembari menyatukan tapak tangannya seraya memohon supaya tidak di celakai.
Kencana Sari menarik kerah bajunya. Kemudian mendorong dayang itu sampai tersungkur beberapa langkah kedepan. Dan berlalu meninggalkan si dayang yang ketakutan
Sambil menyeringai sinis dia memasuki kamar Pangeran.
Di dalam kamar nampak pangeran tersandar di atas tempat tidur dengan memegang kepalanya yang terasa sakit. Matanya berkunang kunang sehingga tidak bisa melihat dengan fokus.
Melihat hal itu Kencana Sari tersenyum puas. Dan seketika merubah dirinya menjadi Putri Embun seraya mendekati pangeran.
"Kanda apa yang terjadi apa kanda sakit?"
"Dinda Embun , kamu datang ? Iya ....tiba tiba kepalaku sakit. Apa acara ritual akan segera di mulai ?"
"Iya kanda ritual pernikahan akan segera di mulai. Dinda kemari menjemput kanda . Ayo kita segera pergi dari sini."
Kencana Sari segera menopang Pangeran berdiri dan meninggalkan tempat itu. Sementara Pangeran dengan tidak ada perasaan curiga menurut seraya melingkarkan tangannya ke pundak Kencana sari dengan langkah tertatih tatih. Dia mengira wanita yang bersamanya adalah Putri Embun calon istrinya.
Tanpa di sadari Kencana sari, dari kejauhan Putri Selasih melihat hal itu. Dia langsung bisa mengenali bahwa yang membawa Pangeran adalah kencana sari.
Karna ilmu malih rupa yang digunakan Kencana Sari hanya berpungsi untuk menipu penglihatan manusia bukan sebangsa mereka.
Putri selasi segera bergegas memberitahukan semua saudari saudarinya.
"Gawaaatt kanda .....gawaat.....!!! "
"Ada apa dinda Selasih? , kenapa nampak cemas begitu ? . Tenanglah bicarakan pelan pelan " Ucap Putri Gayatri menenangkan adiknya yang datang dengan tergesa gesa.
"Iiiitu ....kaaaanda..... kanda Kencana Sari menculik Pangeran Tawangulun." Ucapnya dengan terbata bata.
"Apaaaa ??... kurang aj*r.....sudah kelewatan kelakuan Kencana Sari." kemana Pangeran di bawanya ?"
"Dinda tidak tau kanda. Kanda kencana Sari menghilang begitu saja, dinda tidak sempat mengejarnya. Itu sebabmya dinda buruh buruh kemari memberitau kanda."
"Baiklah kita harus mengejar Kencana Sari. Sebelum tengah malam kita harus kegera membawa Pangeran ke acara ritual bagaimana pun caranya. Dan satu lagi ayahanda juga ibunda jangan sampai tau hal ini. Kita hanya perlu membawa kembali Pangeran secepatnya."
"Tapi kanda , apa tidak sebaiknya kita beri tahu Embun kejadian ini ?" Tanya Seribu cahaya.
"Tidak usah dinda, biar kita saja yang menyelesaikan dengan Kencana Sari. Bagaimana pun kerasnya Kencana Sari dia tidak akan melukai kita . Karna kita tujuh saudara kandung." Ucap gayatri dengan yakin.
"Tapi dinda rasa sebaiknya kita beritahu ayahanda. Dinda takut kanda Kencana Sari akan bertindak nekat."ucap Seribu cahaya lagi dengan perasaan cemas sebab dia sangat tau perangai buruk kakaknya itu.
"Sudah lah dinda jangan berparasangka buruk dengan saudari sendiri. Yang penting sekarang bagaimanapun caranya kita harus menemukan Kencana Sari."
Akhirnya mereka berlima pun segera pergi meninggalkan istana dan mencari keberadaan Kencana Sari.
Sementara itu Kencana Sari membawa Pangeran kedalam sebuah gua di balik air terjun Telunjuk Raung. Dan menidurkannya di atas ranjang yang terbuat dari pahatan batu besar.
Dia terus mengamati pangeran dengan senyum licik penuh kemenangan.
"Tidak salah aku memilihmu untuk menjadi suamiku Pangeran. Ketampananmu benar benar membuatku tergila gila. Dan tubuh perkasamu ini sangat luar biasa. Setelah malam ini kau hanya akan menjadi milikku Pangeran. Hanya aku yang pantas dan berhak menjadi Ratumu." ucapnya sembari membelai wajah sang pangeran.
Sementara Pangeran masih tak sadarkan diri akibat ramuan yang di minumnya . Ramuan itu berkhasiat menghilangkan kesaktian siapapun manusia yang meminumnya.
Pelan pelan Kencana Sari melepaskan pakaian Pangeran satu persatu .
Merasakan ada tangan yang mengerayangi tub*hnya, membuat Pangeran tersadar dan membuka matanya perlahan.
Samar samar matanya terbuka, dan alangkah terkejutnya ketika melihat yang di hadapannya adalah Kencana Sari dan bukan Putri Embun.
"Kencana Sari !!!... kau ..kenapa kau ada di sini dan dimana ini ??"
Seketika Pangeran mendorong tub*h Kencana Sari yang tanpa busana sampai terhuyung ke belakang.
"Kau benar benar wanita tidak tau malu Kencana Sari! Apa yang kau lakukan kepadaku benar benar memalukan untuk dilakukan seorang Putri bernama besar sepertimu" hardik Pangeran. Ia pun bergegas berdiri sembari memakai pakaiannya. Matanya menyapu sekeliling tempat itu mencari pintu keluar.
Namun dia tidak menemukan adanya pintu keluar, yang ada hanya ada dinding batu dengan derasnya air terjun yang menutupi pintu gua di depannya.
"Ha...ha...ha... kamu tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini dengan mudah Pangeran. Kecuali kau mau menikahiku. Maka aku akan membawamu keluar dari sini. Aku juga tidak perduli apapun yang Pangeran ucapkan tentangku. Tujuan ku hanya satu menjadikan mu milikku bagaimanapun caranya" ucap Kencana Sari dengan angkuh dan tak tau malu. Ia berjalan meliuk liuk menggoda dengan tub*h tanpa busana di hadapan Pangeran Tawangulung.
Tanpa menghiraukan Kencana Sari Pangeran mengerahkan semua kekuatannya untuk membuka air terjun yang menghalangi pintu.
"Hiaaaaaatttt.... braaakk..aakkhhhhh"
Pangeran Tawangulung terpental kebelakang dengan mulut mengeluarkan darah. Dadanya juga terasa sangat sakit akibat terbentur dinding gua dengan keras .
Ternyata ucapan Kencana Sari benar, Pangeran telah kelihangan semua kesaktiannya.
"Ha....ha...ha.........Sudah lah pangeran , menyerahlah dan nikahi aku sekarang juga. Kita akan hidup bahagia dan menguasai dunia. Jadikan aku milikmu. Ayolah sayang bercintalah denganku. Kita habiskan malam ini berdua. Aku akan membuatmu bahagia sayang"
"Jangan pernah bermimpi kau Kencana Sari. Wanita sepertimu tidak akan pernah menjadi istriku!"
"Kesaktianmu sudah hilang sekarang , dan untuk mengembalikan kekuatanmu membutuhkan waktu yang sangat lama Pangeran. Kau harus bertapa selama ratusan tahun untuk mendapatkannya kembali ha..ha..ha.. Tapi jika kau menikahiku aku akan memgembalikan kekuatanmu. Bagaimana pangeran, apakah kau bersedia menikahiku ?.
Kencana sari berjalan mengitari Pangeran yang sedang terluka dalam sangat parah dengan perasaan jumawa.
"Aku tidak akan pernah menikahi mu. Aku sangat mencintai Putri Embun adikmu. Lebih baik aku mati dari pada harus menikah dengan wanita kejam dan tidak tau malu sepertimu." Hardik Pangeran Tawangulung.
Seketika ucapan Pangeran membuat Kencana Sari Murka. Dengan wajah merah seketika dari tapak tangannya keluar api yang siap membakar tubuh Pangeran yang sudah tidak berdaya itu.
"Kurang ajar !!!! Manusia tak tau di untung.... kau mau matiiii.... baik lah akan ku kabulkan keinginanmu."
"Hiiaaaaaattt ....wuuurrrrr.....akkkkkhhhhh "
Seketika api pun menyembur dasyat dari kedua tapak tangan Kencana Sari menyambar tubuh pangeran Tawangulun.
Tapi tanpa di sangka Putri Gayatri menghadang api itu dengan tubuhnya untuk melindungi Pangeran. Dan akibatnya tubuh Putri Gayatri terbakar hingga raganya sirna seketika.
"Kandaaaaaaa...tidaaakkkkk.!!!!!!!"
Seketika , putri Seribu Cahaya, Putri Nawangsih , Putri Cempaka Biru dan Putri Selasih yang juga baru sampai di tempat itu berteriak histeris.
"Kanda Gayatrii... tidaak..." sembari berteriak histeris Kencana Sari terhuyun mundur beberapa langkah kebelakang menyaksikan tubuh Putri Gayatri yang menjadi abu dan kemudian sirna. Dalam sekejap ia kembali mengenakan pakaian yang berserahkan di lantai.
Kwncana Sari tidak menyangka akan kedatangan Putri Gayatri dan saudari saudarinya yang datang secara tiba tiba.
Sesaat dia tertegun atas kematian kakak pertamanya yang tanpa ia sengaja harus tewas ditangannya sendiri. Ia menatap Pangeran Tawangulun dengan tatapan penuh amarah dan berniat membunuh Pangeran saat itu juga.
"Tak ku sangka kau sangat kejam kanda. Kau tega membunuh kanda Gayatri yang sudah seperti ibu kita sendiri!!" Nawangsih berteriak kemudian terduduk lemas di sebelah sisa abu Putri Gayatri sembari menangis pilu.
Sementara Seribu Cahaya terpaku tak menyangka secepat kilat kejadian ini melenyapkan kakaknya .
"Ini semua bukan salahku...!! dia yang salah !!.. manusia ini harus mati di tanganku. " dengan penuh amarah dia menunjuk ke arah Pangeran Tawangulung yang terkulai lemas di sudut gua. Apalagi tanpa kesaktiannya mustahil dia bisa bertahan di alam gaib itu.
Kencana Sari kembali mengarahkam api yang ada di tanganya dan menyambar tubuh pangeran yang terkulai tak berdaya akibat kehilangan semua kekuatannya.
Lagi lagi tanpa di sangka Putri Nawangsih melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Putri Gayatri .
Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi Pangeran dari api yang menyambar dari telapak tangan Kencana Sari. Akibatnya kini tubuh Nawangsih pun terbakar dan lenyap tanpa bekas.
Di alam gaib siapapun yang meninggal maka tubuhnya akan lenyap sirna tak berbekas berbeda dengan di alam manusia.
"Dindaaa Nawangsih !!!!...kanda Nawangsihh...!!!!"
Serta merta Seribu cahaya Cempaka Biru dan Selasih berteriak secara bersamaan.
Mata ketiga putri itu memerah menahan amarah dengan tangan mengepal geram mereka maju mendekati Kencana Sari. Mereka pun sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi.
"Kau benar benar sangat kejam kanda. Kau bunuh Kanda Gayatri dan dinda Nawangsih . Kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu dengan nyawamu" teriak Putri Cempaka Biru dengan geram.
"Hiaatt... brebbb...plaakkk....gerrrsss...ciaaaatt."
Akhirnya ke empat kakak beradik itu berkelahi satu sama lain. Tentu saja Kencana Sari kewalahan menghadapi ke tiga saudaranya itu. Putri Seribu cahaya sangat sakti begitu juga si kembar yang ahli perang .
Akhirnya Kencana Sari tersungkur dan terpental keluar gua dan terjatuh ke bawah. Ke tiga Putri pun mengejar ke bawah air terjun.
Cempaka biru dan Selasih benar benar kalap dan berniat menghabisi Kencana Sari. Namun di hentikan oleh Seribu Cahaya. Melihat Kencana sari sudah terluka parah.
"Jangan dinda hentikan !!!.... bagaimana pun juga dia adalah saudara kandung kita. Kita tidak boleh membunuhnya. Kita harus membawanya ke istana dan biarkan ayahanda yang menghukumnya."
"Tapi kanda Cahaya, perbuatan kanda Kencana tidak bisa di maafkan ." Ucap Cempaka Biru
"Benar yang di ucapkan kanda Cempaka Biru kita harus memghukumnya dengan berat. Kekejamannya tidak bisa di maafkan kanda ...." Selasih menimpali ucapan saudara kembarnya dengan tangan menghunus pedang siap menghabisi Kencana Sari.
"Jangan dinda , jangan ... hanya ayahanda yang berhak menghukum kanda Kencana Sari." Putri Seribu Cahaya tetap tidak mengijinkan adik adiknya menghabisi Kencana Sari.
Hal ini tentu saja di mamfaatkan Kencana Sari yang memang sudah tidak memiliki perasaan kasih sayang antar saudara.
Di hatinya sudah di buta kan dengan kebencian dan dendam. Di saat ke tiganya sedang lengah. Kencana Sari mengambil seruling yang di simpan di balik bajunya.
"Rasakan ini....hiaaatttt... braaaakkkkk......aakhhhhhh...."
Secepat kilat dia menghantamkan ke tubuh ketiga saudarinya. Di iringi teriakan kesakitan dari ketiganya. Tubuh ketiga Putri itu pun terpental dan terlempar jauh ke alam manusia. Dan tidak tau terdampar di mana.
Dan akibat hantaman seruling yang dahsyat membuat saudarinya terluka parah dan kehilangan kekuatan di alam manusia.
"Ha...ha...ha... rasakan kalian. Itulah akibatnya kalau menentangku. "
Putri Kencana sari terhuyung dan jatuh ke tanah. Sesaat dia terdiam dan kemudian berdiri mematung. Di lubuk hatinya dia menyesali semua yang terjadi. Tanpa sengaja ia membunuh semua saudarinya hingga sirna akibat perbuatannya. Ia juga tau kosekwensi atas apa yang telah ia lakukan akan membuat ayahnya murka. Namun cinta dan kebencian sudah membutakan hatinya.