Pertemuan Putri Embun dan Pangeran Tawangulung

2014 Kata
Mata Pangeran menyapu setiap sudut ruangan mencari sesosok gadis cantik berambut perak. Ia berharap gadis itu ada di salah satu kerumunan di sekitarnya. Sembari sesekali meneguk minuman di tangannya dan menjawab pertanyaan dari Ki Tapa Arum. Ke tujuh Putri yang baru tiba di pintu aula terheran heran melihat keramaian dan kesibukan yang ada di istana. Mereka juga melihat para pelayan wanita yang berdesak desakkan mengintip aula pertemuan yang biasa di gunakan menjamu tamu kehormatan seraya berbisik bisik untuk melihat tamu istimewa dari bangsa manusia yang berwajah tampan dan bermata indah itu. Hal ini membuat ke tujuh Putri sangat penasaran. Mereka pun bergegas mendatangi aula pertemuan tempat kedua orang tua mereka yang sedang menjamu tamunya berada. "Mari....mari...putri putriku, kemarilah.... aku akan memperkenalkan seseorang pada kalian." Melihat ketujuh Putrinya Ki Tapa Arum pun memanggil mereka untuk segera datang mendekat. " Mari nak kenalkan ini Pangeran Tawangulun Dari kerajaan Majapahit. Pangeran ini ke tujuh Putriku" Seketika ke enam Putri sangat terkesima dengan ketampanan yang di miliki Pangeran Tawangulun. Termasuk Kencana Sari yang langsung jatuh hati begitu pertama kali melihat sang Pangeran. Kecuali Putri Embun yang begitu terkejut melihat Pangeran Tawangulun. "Kisanak... kan ..... yang di...!" " Kenapa Putriku Embun , apa kamu pernah bertemu sebelum nya dengan Pangeran ?" Tanya Ki Tapa Arum yang melihat Putri Embun begitu terkejut saat melihat Pangeran Tawalungun. " Ti...tidak ayahanda "jawab Putri Embun terbata bata saat menatap wajah pangeran Tawalungun. Serta merta ia bersembunyi di balik pundak ibundanya. Wajahnya yang putih bersih merah merona seketika saat mata Mereka beradu pandang. Ki Tapa Arum dan Nyi Mayang tersenyum menyaksikan kejadian itu sambil mengangguk dan berbisik. "Sepertimya pangeran sudah menentukan pilihannya istriku." Ujar Ki Tapa Arum dengan senyim merekah. " Benar kanda, pilihan yang tepat mereka pasangan serasi yang akan memimpin dunia kita dan dunia manusia." Jawab Nyai Mayang. "Marilah Putri putriku duduk sini bergabung temani Pangeran ." Ketujuh Putri pun duduk di sebelah ayah mereka sembari terus mengagumi ke tampanan sang pangeran majapahit tersebut. Kecuali Putri Embun yamg selalu tertunduk malu teringat saat kejadian di air terjun. " Pangeran perkenalkan, yang berbaju putih adalah Putri Pertamaku Gayatri, sedangkan yang memakai pakaian merah adalah Putri Keduaku Kencana Sari, yang memakai pakaian kuning adalah Putri ke tigaku Seribu Cahaya , yang memakai pakaian hijau Putri keempatku Nawangsih sedangkan yang menggunakan pakaian Perak serta berambut perak itu adalah Putri istimewahku Putri Embun, dan yang ke enam dan ketujuh mereka memakai pakaian biru itu adalah Putri Kembarku Putri Cempaka Sari dan Putri Selasih ." Ki Tapa Arum memperkenalkan seluruh Putri Putrinya kepada Pangeran Tawangulun. Dan pangeran tawangulun pun tersenyun ramah sembari memperhatikan dengan seksama setiap Putri yang di perkenalkan kepadanya. Setelah itu pandangannya terus tertuju pada Putri Embun. Hatinya selalu berdebar setiap kali memadang wajahnya yang ayu dan rupawan. Begitu juga Putri Embun yang sejak awal merasakan hal sama seperti yang di rasakan Pangeran Tawangulun. Sementara Kencana Sari terus memandangi pesona sang Pangeran. Dia benar benar jatuh hati kepada Pangeran Tawangulun. Dalam hati Kencana Sari berniat menjadikan Pangeran Tawangulun menjadi suaminya. Karna dia merasa satu satunya laki laki yang pantas menjadi suaminya adalah Pangeran tawangulun. " Putri Putriku dengarkanlah , ayahanda akan memberi tahu maksud dan tujuan Pangeran majapahit ini datang ke negri kita. Ayahanda dengan ayah pangeran Tawangulun mempunyai perjanjian bahwa aku akan menikahkan salah satu Putriku dengan Pangeran Tawangulun." Mendengar penjelasan ayahnya Kencana Sari sangat berbunga bunga dan meminta dirinya lah yang menikah dengan Pangeran Tawangulun. "Ayahanda dari kami bertujuh hanya akulah yang pantas dan layak menjadi istri kanda Pangeran. Itu sebabnya ayahanda harus menikahkan aku dengan Pangeran Tawangulun." Dengan nada sombong dan sangat yakin Kencana Sari menganggap dirinya lah yang layak mendampingi Pangeran Tawangulun, dan meminta ayahnya untuk menikahkan mereka. " Tapi anakku Kencana Sari, pangeran akan memilih calon istrinya sendiri di antara kalian. Jadi siapun yang beliau pilih nantinya yang lain harus legowo dan menerima" Jawab ki Tapa Arum " Kalau begitu pasti Pangeran akan memilihku. Jadi kalian semua harus bisa menerima keputusan Pangeran. Mengerti!! ." Ucap Kencana Sari dengan yakin. " Bagaimana Pangeran ?, apakah sampeyan sudah menentukan siapa yang akan sampeyan boyong menjadi istri dari salah satu Putriku." Tanya Ki Tapa Arum Mendengar pertanyaan Ki Tapa Arum , Pangeran Tawangulun tersenyum sembari tatapannya tertuju pada Putri Embun. Sementara Kencana Sari menjadi salah tingkah. Dia sangat yakin Pangeran Tawangulun akan memilihnya. Ia merasa dirinyalah yang paling cantik dan berilmu tinggi dari ke tujuh Putri. Sehingga hanya dirinya lah yang layak dan akan di pilih sang Pangeran. Ia tersenyum penuh percaya diri menatap sang Pangeran Majapahit itu. " Sudah Ki, aku sudah memilih satu di antara para Putri sampeyan dan memutuskan akan menikahinya purnama depan." Ucap Pangeran Tawangulun dengan yakin sembari menatap Ki Tapa Arum. "Ha..ha..ha.. bagus, bagus Pangeran, tapi siapakah Putri pilihan sampeyan Pangeran?" Tanya Ki Tapa Arum. Dia Ki, Putri istimewahmu, Putri Embun. Aku akan menikahinya purnama depan" ucap Pangeran Tawangulung swmbari menunjuk Putri Embun Putri Embun sangat terkejut akan ucapan Pangeran Tawangulun. Namun dia sangat bahagia mendengarnya karna dia pun menyukai sang Pangeran. Semua saudari saudarinya juga bahagia dan memberikan selamat kepada Putri Embun kecuali Kencana Sari yang sangat kecewa dan marah akan keputusan Pangeran Tawangulun. "Tidak ..!!!! Tidak boleh !! Pangeran tidak akan menikahi Embun . Tapi Pangeran harus menikahiku karna hanya aku yang layak menjadi istrimu." Kencana Sari langsung berdiri. Dan tanpa ragu menolak keputusan Pangeran Tawangulun. " Mohon maaf tuan Putri Kencana Sari, aku sudah memutuskan pilihanku. Aku hanya akan menikahi Putri Embun pada purnama yang akan datang " Pangeran Tawangulun menjawab Putri Kencana Sari dengan Sopan dan Lemah Lembut. " Kalau begitu akan ku pastikan kamu tidak akan pernah menikahi Embun " Mendengar jawaban Pangeran bukannya Kencana Sari bisa mengerti namun malah semakin tersulut emosi. "Kencana Sari tenang lah ! ....jangan buat malu ayahandamu Ini sudah menjadi keputusan Pangeran, dan kamu tidak boleh memaksakan keinginanmu kepada Pangeran." Ucap Nyai Mayang. Dengan menahan rasa malu Nyai Mayang berusaha membujuk Kencana Sari agar tetap tenang. Namun Kencana sari yang bersifat tempra mental dan mau menang sendiri tidak menghiraukan nasehat ibunya. " Pangeran Sombong !! kau akan merasakan akibatnya karna menolakku. Kecuali kau berubah pikiran menikahiku." Ucapnya sembari berlalu meninggalkan tempat itu. Dengan perasaan malu Ki Tapa Arum meminta maaf atas perlakuan kasar putri Keduanya itu kepada Pangetan Tawangulun. "Maafkan kelakuan lancang putriku Pangeran. Ini semua salah kami. Mungkin kami terlalu memanjakan dia sehingga dia menjadi gadis yang keras kepala." Ucap Ki Tapa Arum dengan nada tertahan . "Tidak apa apa Ki, aku bisa memahaminya. Masalahnya sekarang apakah Putri Embun mau menerimaku sebagai suaminya."Ucap Pangeran sambil terseyum ke arah Putri Embun. Hal ini membuat sang Putri Jelita itu menjadi tertunduk malu. "Bagaimana keputusanmu Putriku Embun ? Pikirkan lah baik baik sebelum menjawabnya Ini menyangkut dua kerajaan nak. " ucap Ki Tapa Arum penuh harap. Putri Embun tertunduk dengan wajah bersemuh merah dia pun menganggukan kepalanya dan langsung memeluk ibundanya. "Iya bunda , nanda bersedia menikahi Pangeran Tawangulun. " Seraya berbisik menahan malu Putri Embun menyatakan kesediaannya menikahi Pangeran Majapahit itu. Dan hal itu di sambut bahagia oleh semua yang hadir. Untuk pertama kalinya akan terjadi pernikahan antara manusia dengan bangsa mereka. Ki Tapa Arum pun segera memerintahkan seluruh dayang istananya untuk mulai mempersiapkan acara ritual pernikahan yang akan berlangsung saat bulan purnama yang akan datang. Selama tujuh hari tujuh malam Ke enam Putri juga ikut andil dalam mempersiapkan ritual pernikahan ini . Mereka bertanggung jawab atas keamanan acara dari berbagai gangguan. Karna acara akan di hadiri oleh pembesar pembesar antara kedua kerajaan berbeda alam . Terkecuali Putri Kencana sari yang nampak menyimpan dendam kepada Pangeran dan Putri Embun adiknya. *********** Terlihat Para dayang di istana sedang sibuk mempersiapkan ritual pernikahan Pangeran dan Putri Embun. Mereka sibuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk menjamu para tamu undangan yang di datangkan dari alam manusia. Sementara itu di alam manusia. Di desa sekitar Gunung Raung banyak ternak warga yang mati mendadak. Sapi , kambing dan unggas mereka di temukan mati di dalam kandang . Anehnya ternak ternak itu mati dalam keadaan sehat dan terjadi di malam hari. Ternyata ternak ternak itu telah di ambil oleh para parjurit kerajaan Sendang Wangi untuk di jadikan santapan di acara pernikahan nanti. Sampai saat ini jika kerajaan gaib di puncak Gunung Raung mengadakan acara pesta setiap setahun sekali di saat bulan purnama . Maka ternak ternak warga pasti banyak yang akan mati. Mereka juga akan mendengar suara gamelan yang mengalun merdu selama tujuh hari tujuh malam dari puncak Gunung Raung. Sementara itu di kediaman Putri Kencana Sari terlihat para dayang sedang tunggang langgang berlarian. Melihat kemeriahan acara menyambut pernikahan adiknya membuat Kencana Sari murka. Dia mengobrak abrik seluruh kamarnya. Dan membunuh setiap dayang yang mendekat untuk menenangkannya. Setelah puas melampiaskan amarahmya kepada para dayang ia pun pergi ke air terjun untuk menenangkan diri. Namun tak di sangka setibanya di sana , dia melihat Pangeran Tawangulun dan Putri Embun juga berada di tempat itu. Melihat kemesrahan mereka berdua semakin membuat hati Putri Kencana Sari meradang. Ia menatap tajam penuh kebencian ke pada Pangeran dan Putri Embun. " Dinda Embun, sejak pertama kali melihat mu aku sudah jatuh hati padamu. Aku berjanji akan selalu menjaga dan tak akan berpisah denganmu" Pangeran menggengam erat tangan Putri Embun dan menatapnya penuh cinta. Begitu juga dengan Putri Embun "Dinda juga merasakan hal yang sama ketika pertama kali kita berjumpa kanda, tapi kanda, bagaimana jika suatu saat nanti takdir memisahkan kita. Dan aku harus pergi jauh." Putri Embun menghela nafas panjang ada perasaan yang aneh di hatinya. Perasaan bahagia dan cemas menjadi satu. Dia teringat akan kakaknya Putri Kencana Sari yang sangat mencintai Pangeran dan ingin menjadikan suaminya. Putri Embun tau benar sifat kakaknya itu, ia akan memakai berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, bahkan untuk mewujudkan segala keinginannya Putri Kencana Sari tak kan segan melukai orang siapapun dia. Putri Embun sangat khawatir kalau Putri Kencana Sari akan bertindak nekat dan melakukan hal hal yang tidak baik di hari pernikahanmya nanti. "Kenapa dinda berkata seperti itu? Tidak ada yang bisa memisahkan kita di dunia ini dinda." Ucap Pangeran dengan yakin sembari terus memegang tangan sang Putri dengan erat. "Dinda hanya khwatir kanda seandainya takdir memisahkan kita dan membawa dinda pergi jauh dari kanda , apa yang akan kanda lakukan.?" Embun terus bertanya dengan nada getir dan perasaan cemas. Instingnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu di hari pernikahan mereka nanti. "Itu tidak akan pernah terjadi dinda, dan kalau sampai hal itu terjadi maka dengarkanlah sumpahku " Aku Pangeran Tawangulung bersumpah seumur hidup hanya akan mencintai Putri Embun seorang dan kalau kita sampai terpisah , aku bersumpah akan mencarimu sampai kapanpun tak perduli Putri Embun berada di dunia mana dan di jaman apa , aku akan tetap mencari dan menemukanmu sampai kita bisa kembali bersatu." Mendengar sumpah yang di ucapkan sang pangeran seketika petir pun menggelegar di angkasa menjadi saksi sumpah yang di ucapkan Pangeran Tawangulun dengan sepenuh hati. Melihat kesungguhan cinta Pangeran Tawangulun , Putri Embun sangat terharu dan memeluk kekasihnya itu dengan penuh cinta. Mereka berdua pun berjalan menyusuri pinggiran air terjun dan duduk di sebongkah batu besar. Sang pangeran menyematkan sebuah mawar merah dirambut perak sang putri yang cantik dan sangat menawan itu. Melihat pemandangan dihadapannya Putri kencana Sari semakin meradang. Dari sorot matanya memendam rasa kebencian dan dendam kepada kedua makluk di depannya itu "Lihat saja , kalau aku tidak bisa memiliki Pangeran Tawangulung maka tidak akan ku biarkan siapapun memilikinya. Saat ini tertawa dan bahagialah kalian berdua sebelum kalian merasakan pembalasanku. Karna jika saat itu tiba bahkan tersenyum pun kalian tidak akan pernah bisa." Kencana Sari mengepalkan kedua tangannya dan kemudian segera bergegas pergi dengan penuh rasa kebencian. Untuk meluahkan segala rasa amarahnya ia membakar apapun yang ia temui di sepanjang perjalanan. Sorot matanya tajam dan tak kenal ampun. Rasa cemburu, iri dan kebencian menjadi satu. Apapun yang ia inginkan harus di dapatkan dan yang tidak bisa ia dapatkan maka harus di musnahkan, karna apa yang tidak bisa ia dapatkan orang lain tidak boleh memilikinya. Perasaan insan yang patah hati sangat berbahaya. Ia mampu berbuat hal yang di luar nalar. Apalagi perasaan itu di iringi dengan dendam dan kebencian. Cinta membunuh tanpa menyentuh dan menghancurkan tanpa bergerak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN