Untuk sesaat Astini terdiam dan menarik nafas panjang sembari menatap pekatnya puncak Raung. Kemudian dia mulai bercerita.
" Konon beberapa ratus tahun yang lalu di sini ada kerajaan gaib yang bernama Sendang Wangi. Rajanya bernama Ki Tapa Arum dan Permaisurinya bernama Nyai Mayang Sari.
Saat itu mereka memiliki 4 Putri yang sangat cantik. Mereka adalah Putri Gayatri, Putri Kencana Sari, Putri seribu Cahaya dan putri Nawangsih.
Putri Gayatri sangat lembut dan bijaksana begitu pula adik ketiganya Putri Seribu Cahaya yang sangat welas asih dan perhatian. Berbeda dengan Putri Kencana sari yang sangat tempramental dan pecemburu. Dia tidak bisa melihat ada orang lain yang lebih unggul darinya. Sedangkan Putri Nawangsih sosok yang lembut dan pendiam, namun ahli dalam ilmu tata usaha.
Saat itu kerajaan mereka sedang di landa musibah kemarau panjang . Tanah tempat mereka tinggal sangat kering dan tandus yang membuat penduduknya tidak bisa bercocok tanam, sehingga membuat penduduknya kelaparan dan kesusahan.
Setiap hari Putri Gayatri dan Putri Seribu Cahaya serta Putri Nawangsih membantu warga dengan kekuatan yang mereka miliki memberikan makanan dan menolong warga yang kesusahan.
Namun berbeda dengan Putri Kencana Sari. Hari harinya di habiskan hanya untuk bersenang senang dan merawat kecantikannya saja. Dia tidak pernah tertarik membantu kedua saudarinya. Sikapnya juga sangat arogan dan semena mena terhadap warga yang kesusahan. Ia menganggap mereka seperti parasit yang menjijikan. Sikapnya sangat bertolak belakang dengan para saudarinya.
Warga juga sangat takut dengan Putri Kencana Sari. Jika ada warga yang tidak patuh akan perintahnya atau membuat dia murka, maka tak segan segan ia akan membakar warga tersebut menjadi abu. Dengan kekuatan api yang keluar dari kedua tapak tangannya.
Karna rasa cinta kepada putri putrinya Ki Tapa Arum dan Ratu Mayang Sari tidak bisa berbuat apa apa menghadapi Putri keduanya yang sangat keras kepala itu.
Suatu saat Ratu Mayang Sari mendapat wangsit. Dalam mimpinya dia akan melahirkan tiga putri lagi yang akan membawa ke damaian di kerajaan mereka.
Esok paginya Nyi Mayang menceritakan perihal mimpinya tersebut kepada suaminya Ki Tapa Arum. Mendengar cerita istrinya Ki Tapa Arum sangat bahagia dan segera memberitahu ke empat putrinya akan berita gembira itu.
Tentu saja Putri Gayatri dan Putri Seribu Cahaya serta Putri Gayatri sangat bahagia mendengar kabar sebentar lagi mereka akan mendapatkan tiga orang adik lagi. Berbeda dengan Putri Kencana Sari yang sangat tidak antusias dengan berita itu. Ia sama sekali tidak menginginkan memiliki saudari lagi dan menganggap kehadiran mereka hanya akan membuat kasih sayang orang tua mereka terpecah.
" Untuk apa menambah putri lagi bunda. Kami berempat sudah lebih dari cukup untuk istana ini " ucapnya sambil berlalu meninggalkan tempat itu.
Kedua orang tua nya hanya bisa menggelengkan kepala dan menarik nafas panjang akan tingkah Putri Kencana Sari, begitu juga dengan ketiga saudarinya.
Tak berselang berapa lama Ratu Mayang Sari benar benar hamil. Hal itu membuat seisi istana bahagia. Di dunia mereka kehamilan terjadi hanya dalam waktu singkat saja. Tidak lebih dari satu purnama.
Selama hamil putri ke limanya keanehan pun terjadi. Cuaca yang tadinya sangat panas berubah menjadi sejuk. Hal ini membuat warga sangat bersuka cita.
Tak berselang berapa lama Nyi Mayang Sari pun melahirkan seorang Putri yang sangat cantik Jelita. Begitu sang putri lahir hujan turun sangat deras menggenangi sungai sungai yang mengering.
Serta secara ajaib tanah yang tadinya gersang kini di penuhi tumbuhan dan bunga yang beraneka ragam, karna derasnya air hujan yang tak terbendung dari atas bukit , air itupun jatuh ke bawah menciptakan sebuah air terjun yang indah seperti tertumpah dari langit.
Para wargapun bersuka ria menyambut kelahiran sang Putri begitu juga para Putri yang lain kecuali putri Kencana Sari yang tidak antusias dengan kelahiran adiknya.
Dihatinya sangat iri akan kekuatan sang adik yang mampu membuat daerah mereka yang tandus menjadi subur bahkan saat dia masih dalam kandungan. Dia merasa hanya dia lah Putri yang paling sakti di Sendang Wangi. Dan tidak boleh ada yang lain.
Sang putri juga memiliki ke unikan lain. Saat di lahirkan rambut sang putri berwarna perak berkilau. Dan jika terkena pantulan cahaya semakin berkilau seperti tetesan embun di pagi hari. Itu sebabnya Ki Tapa Arum memberinya nama "Putri Embun.
Ke ajaiban pun kembali terjadi satu jam berselang setelah kelahiran Putri Embun, Nyi Mayang melahirkan dua Putri lagi. Kedua putri ini lahir dengan berselimut cahaya ke biruan yang bersinar sangat terang. Kedua Putri itu pun di beri nama Putri Cempaka Sari dan Putri Selasih.
Kebahagiaan terlihat dari wajah ki Tapa Arum dan Myai Mayang Sari, atas kehadiran ke tiga Putrinya itu. Kini dia telah memiliki tujuh orang Putri yang sangat cantik dan istimewa.
Berbeda dari dunia manusia biasa. Di dunia mereka bukan hanya kehamilan saja yang singkat namun pertumbuhan bayi juga terjadi sangat singkat. Hanya dalam kurun waktu empat puluh purnama mereka sudah tumbuh menjadi gadis gadis yang sangat cantik jelita dengan kekuatan yang berbeda beda.
Putri Embun memiliki kekuatan di mana pun dia berada bisa membuat tanah yang tandus menjadi subur, dan bunga bunga akan bermekaran di sekitarnya. Serta di manapun dia berada akan selalu tercium wangi aroma bunga mawar yang keluar dari tubuhnya.
Serta dengan kecerdasan yang di milikinya sering kali di minta ayahnya untuk membantu memecahkan setiap masalah yang ada di kerajaan mereka.
Putri Embun juga bisa mengendalikan dan menghentikan air terjun yang mengalir kapan pun ia mau.
Dan si kembar Putri Cempaka Biru dan Putri Selasih sangat mahir dalam menggunakan aneka jenis senjata dan mahir dalam ilmu perang . Mereka menjadi panglima perang di kerajaan ayahnya.
Putri Gayatri bertugas menjaga dan mengawasi adik adiknya. Terkadang jika ada selisih faham di antara adik beradiknya dia lah yang akan melerai dengan bijak dan kasih sayang.
Setiap ada waktu luang Ke tujuh Putri akan bermain dan bercengkrama di bawah air terjun. Mereka bermain air sambil bersenda gurau sepanjang hari.
Sampai pada suatu hari di saat mereka sedang bermain air di bawah air terjun, Putri Embun merasakan kehadiran seorang manusia yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Ia meminta ijin kepada kakaknya Putri Gayatri untuk memeriksa keadaan di sekeliling air terjun itu.
Ternyata memang benar seorang pemuda tampan sejak tadi sedang mengintip mereka. Pandangannya tertuju pada kecantikan Putri Embun yang sedang bermain air dan bersenda gurau dengan adik adiknya di bawah gemerisik curahan air terjun.
Ketika merasa bahwa keberadaannya di ketahui oleh Putri Embun si pemuda cepat cepat pergi dari tempat itu. Tak sengaja dia menjatuhkan sebuah seruling yang terbuat dari bambu.
Putri Embun pun beranjak dari tempat itu meninggalkan ke enam saudarinya. Untuk mencari keberadaan manusia yang telah mengintip mereka. Dengan tatapan sinis putri Kencana Sari memandang kepergian Putri Embun yang menghilang di balik dedaunan.
" Embun itu hanya mengarang cerita saja kanda. Mana mungkin ada manusia bisa sampai kemari dan masuk ke alam kita. Itu hanya alasan Embun saja kanda supaya dia bebas keluyuran .... Ciiiihhh...
Lagi pula kalau ada manusia yang datang ke tempat ini aku lah orang yang pertama kali tau karna aku paling sakti di antara kita semua. Ini karna kanda selalu memanjakan Embun makanya dia menjadi besar kepala." Ucap Putri Kencana Sari dengan nada yang ketus dan penuh amarah.
Sejak Putri Embun di lahirkan, Putri Kencana Sari memang memiliki rasa cemburu dan iri kepada Putri Embun. Itu sebabnya apa pun yang dilakukan Putri Embun selalu salah di matanya. Dan setiap ada kesempatan dia berusaha menyingkirkan Putri Embun dari istana Sendang Wangi.
Kedua orang tua dan saudari saudarinya yang lain memgetahui hal ini tapi mereka menyikapinya dengan bijak dan menugaskan Putri Gayatri untuk mengendalikan Putri Kencana Sari supaya tidak mencelakai Putri Embun kesayangan mereka.
Putri Embun berjalan berlahan mengitari daerah sekitar air terjun mencari penyusup dari alam manusia dengan indera penciumannya, mencari asal aroma manusia itu berasal.
Sampai tiba tiba kakinya menginjak sebuah seruling yang terbuat dari bambu. Serta merta dia pun mengambil seruling itu. Putri Embun mengamati seruling di tangannya dengan seksama. Dia tau benar seruling itu bukan dari dunianya tapi dari dunia manusia. Sebab di dunianya seruling terbuat dari tulang.
Dia berjalan berlahan sembari terus mencari si pemilik seruling bambu itu. Pandangannya menyapu ke berbagai arah di sekitar air terjun.
" Kamu mencariku Putri !"
Putri Embun di kagetkan dengan suara yang berasal dari arah belakang. Seketika dia pun menoleh dan di kejutkan oleh seorang pemuda tampan berbaju kuning sudah berdiri di belakangnya.
Sangking terkejutnya membuat Putri Embun Terhuyun ke belakang dan hampir terjatuh. Di saat yang tepat pemuda itu menangkap tangan sang Putri dan menariknya. Hal itu membuat tubuh sang putri tertarik kedepan dan jatuh kepelukan pemuda itu.
Untuk sesaat mereka saling bertatapan , untuk pertama kali dalam hidup putri Embun bertemu dengan seorang manusia , dan begitu dekat dengannya. Mata pemuda itu berwarna biru muda dan bening seperti kristal menatap lembut sang Putri, pesonanya membuat jantung Putri Embun berdebar sangat kencang.
Saat menyadari dirinya sedang berada dalam pelukan orang asing. Seketika Putri Embun mendorong pemuda itu dan berlari meninggalkannya. Wajahnya bersemu merah menahan rasa malu. Namun tanpa di sadari sang Putri berlari dengan mengenggam seruling yang ia temukan
Ia pun kembali ke air terjun menemui saudari saudarinya dan menyembunyikan seruling yang dia temukan di balik bajunya.
"Bagaimana Embun apakah kamu menemukan manusia yang mengintip kita?" Tanya Putri Gayatri dengan lemah lembut.
"Ti..tiidak kanda " ucap Embun terbata bata.
Entah kenapa Putri Embun menyembunyi kan keberadaan pemuda itu kepada kakaknya. Di hatinya ada perasaan takut dan was was , jikalau Putri Kencana Sari akan mencelakai pemuda itu jika mengetahui pemuda itu adalah manusia yang menyusup ke dunia mereka.
" Alahhh...itu hanya bualanmu saja kan Embun , sudah ku katakan mana ada manusia yang bisa datang ke negri kita. kamu sengaja melakukan ini semua kan haaa... ciiihhh !.." dengan nada tinggi Putri Kencana Sari menghardik Putri Embun.
"Sudahh..sudahhh... ini bukan lah hal yang patut di berdebatkan Kencana Sari. Tidak ada salahnya Embun memeriksa. Sudahlah ayok kita kembali ke istana, Ayah, bunda juga sudah menunggu kita."
Putri Gayatri mencoba mencegah Kencana Sari supaya tidak melakukan tindakan yang akan mencelakai Putri Embun . Mengingat sifatnya yang tempra mental. Dia pun mengajak adik adiknya kembali ke istana.
Sementara itu sepasang mata indah yang sejak tadi memperhatikan dan mendengarkan mereka dari kejahuan nampak tersenyum.
Dia sangat tertarik dengan pesona Putri Embun yang sangat menawan sejak pertama kali dia masuk ke Negri Sendang Wangi.
Dia adalah Ki Tawangulun seorang pangeran keturunan kerajaan majapahit yang berilmu tinggi.
Saat itu dia baru menyelesaikan tapanya di puncak Gunung Raung. Dan mendapat perintah dari ayahandanya yang juga berilmu tinggi untuk mendatangi kerajaan Sendang Wangi untuk bersekutu dengan kerajaan itu.
Ayahandanya dengan Ki Tapa Arum penguasa Sendang Wangi bersahabat baik. Keduanya berniat menjodohkan Ki Tawangulun dengan salah satu dari ke tujuh Putri Ki Tapa Arum. Untuk semakin mempererat persekutuan antara dua kerajaan berbeda alam itu.
Kedatangan Ki Tawangulun adalah untuk melihat dan memilih salah satu dari ke tujuh Putri yang akan di jadikan permaisurinya.
Ki Tawanggulun memiliki sebuah seruling sakti dan dengan seruling itulah dia bisa keluar masuk antara dunia manusia dan dunia gaib.
Ki Tawangulun terus mengamati ke tujuh Putri sampai menghilang di balik pepohonan.
Dia tersenyum dan berjalan perlahan meninggalkan air terjun itu menuju kerajaan Sendang Wangi yang terletak tidak jauh dari sana.
"Gadis yang sangat cantik. Siapa gerangan gadis berambut Perak itu, wajahnya begitu rupawan dan senyuman nya sangat menawan hatiku. " ucapnya dalam hati sembari berlalu dari tempat itu.
Dia terus berjalan sembari tangannya mencari sesuatu yang biasanya terselip di pinggang. Seketika langkah Ki Tawangulun pun terhenti karna yang dia cari tidak ada di tempatnya
Diapun berusaha mengingat ingat di mana serulingnya terjatuh, karna benda itu sangat penting untuknya tanpa benda itu dia tidak akan bisa kembali kedunianya.
Diapun kembali menyusuri tempat di mana dia berada tadi. Namun seruling saktinya tidak ketemu juga.
"Seharusnya berada di sini. Apakah ada yang menemukan serulingku." ujarnya dalam hati.
" Sudahlah nanti akan ku cari lagi ,aku akan meminta bantuan KiTapa Arum supaya mengutus prarjuritnya untuk mencari, lagi pula masih banyak waktu. Saat ini aku harus menemui Ki Tapa Arum . Beliau sudah lama menungguku."
Ki Tawangulun segera bergegas meninggalkan tempat itu. Menuju kerajaan Sendang Wangi.
Sesampainya di kerajaan Sendang Wangi, Pangeran Tawangulun di sambut dengan baik oleh Ki Tapa Arum dan Nyi Mayang sari.
Di kerajaan megah yang terbuat dari emas dan permata itu Pangeran Tawangulun di sambut dengan suara alunan musik gamelan yang sangat merdu serta tari tarian yang indah dari para penari istana. Aneka makanan nan lezat juga tersedia di atas pinggan pinggan emas.
" Inilah keadaan istanaku Pangeran semoga sampeyan betah di sini. Oh iya Bagaimana keadaan Romo mu di sana. Sudah lama dia tidak berkunjung kemari." Tanya Ki Tapa Arum sembari menuangkan secangkir minuman ke dalam sebuah gelas yang terbuat dari emas yang di ukir berbentuk naga di pegangannya.
"Romo saat ini sedang tidak di tanah jawa Ki. Beliau sedang menggunjungi raja kerajaan Samudra Pasai di aceh." Jawab Pangeran Tawangulun sembari meminum mimuman yang di suguhkan Ki Tapa Arum kepadanya.
Semua hidangan yang tersedia tertata apik di dalam pinggan emas bertahta permata. Di sekeliling istana juga terdapat pilar pilar kokoh yang masing masing terbuat dari emas dengan bongkahan bongkahan berlian dan permata lainnya tersusun indah di sekelilingnya.
Berbeda dengan alam manusia. Di alam Gaib semua yang terlihat terbuat dari barang berharga emas dan permata mulia.
Dinding bangunan terbuat dari emas dan permata sudah biasa di sana , termasuk juga peralatan dan pakaian yang di kenakan semua terbuat dari logam mulia dan permata. Yang di desain sangat indah .
Namun jika di lihat dari dunia nyata. Semua itu hanyalah fata morgana .
Rumah yang tadinya terbuat dari emas dan permata hanyalah terbuat dari bongkahan tanah liat saja. Pinggan atau pun cangkir yang terlihat terbuat dari emas dan batu mulia ternyata hanyalah tempurung kelapa dan potongan bambu.
Terkadang manusia yang tamak dan putus asa akan tertipu dengan tipuan gaib. Sehingga yang terlihat tidak seperti yang di lihat.
Dan hal itu membuat mereka menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta dari dunia gaib. Dengan cara memuja atau dengan pesugihan.