Sementara itu Putri Embun merasa gelisah. Jantungnya terus berdebar tak menentu di iringi perasaan was was. Karna sampai menjelang tengah malam ke enam saudarinya tidak juga kunjung datang menjemput untuk pergi ke acara ritual. Terlebih mereka semua menghilang secara bersamaan tanpa jejak.
"Oh ya ...kenapa aku tidak melihat keberadaan mereka dengan kekuatan cermin ajaib ku ." Ucapnya sembari tersenyum .
Dia pun segera berjalan ke arah cermin sakti di hadapan nya dan mengarahkan kedua tangan ke arah cermin sembari membaca mantra.
Seketika nampak di dalam cermin bayangan saat Kencana Sari membawa Pangeran. Hal itu membuat Putri Embun sangat terkejut.
"Kanda Kencana Sari . Mau kemana dia membawa pangeran?"
Dengab hati yang semakin berdebar debar dia terus mengamati bayangan kejadian di dalam cermin. Perasaannya sangat tegang dan cemas.
Semua kejadian yang telah terjadi terpampang jelas di dalam cermin . Sampai adegan di mana satu persatu saudarinya di bunuh Kencana sari, semua terlihat dengan jelas.
"Tidaaaaakkkkkkk....."
Putri embun terhuyung kebelakang sembari menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya dengan apa yang di lihat melalui cermin ajaib. Nafasnya memburuh di penuhi amarah dengan satu teriakan ia menghancurkan cermin di depannya dan segera bergegas menghilang menuju di mana Cempaka Sari memyekap kekasihnya dan membunuh saudari saudarinya.
Sekelebatan cahaya keperakkan memgelilingi air terjun Telunjuk Raung. Dan berhenti tepat di atas batu besar. Di depannya berdiri Kencana Sari yang sejak tadi diam mematung.
"Kanda Kencana Sari, tak ku sangka kanda sekejam ini. sebenarnya apa yang kanda inginkan ? Kenapa kanda membunuh saudara saudara kita, apa salah mereka ?"
Kencana Sari terkejut melihat kedatangan Putri Embun yang tiba tiba muncul di hadapannya. Namun karna hatinya sudah di kuasai dengan Kebencian dan dendam tidak ada sedikit pun rasa penyesalan.
" Salah mereka adalah ikut campur urusanku, salah mereka adalah selalu membelamu, Ini semua gara gara kau Embun. Jika saja kau tidak ada di dunia ini . Tawangulung pasti akan memilih ku. Dan ini semua tidak akan terjadi. Maka kau lah yang harus di salahkan!!!" Teriaknya dengan tangan menunjuk di iringi tatapan mata penuh kebencian menatap tajam ke arah Putri Embun
"Kanda!! , sadarkah dengan semua yang kanda lakukan. Kanda menghancurkan semuanya. Kanda membunuh ke lima saudari kita. Bahkan kanda tidak menyesal sedikitpun? kanda sangat kejaamm ! Aku tidak akan pernah memaafkan kanda ! "
"Aku juga tidak butuh maafmu. Aku membencimu Embun , kau juga harus sirna dari muka bumi ini... hiatttt... huff...ciaaaatt.."
Kencana sari menyerang adiknya dengan sangat membabi buta dan bertubi tubi. Tentu saja Embun tidak tinggal diam. Api yang menyambar nyambar dari telapak tangan Kencana Sari bukan hal yang sulit untuk di taklukkan.
Secara Embun menguasai angin dan air, dua elemen yang dengan mudah menakluk kan elemen api. Tanpa butuh waktu lama Embun Sudah bisa menaklukan Kencana sari.
Kencana sari tidak bisa bergerak sama sekali sebab Embun sudah mengunci semua kesaktian Kencana Sari dengan kekuatannya.
"Kanda sudah menyalah gunakan kesaktian yang kanda miliki untuk kejahatan. Bahkan kesaktian itu kanda gunakan untuk memenuhi semua ambisi kanda. Untuk itu maafkanlah dinda jika dinda harus melenyapkan seluruh kesaktian yang ada di dalan tubuh kanda."
"Jangan Embun , aku mohon ampun jangan ambil kesaktianku. Aku salah , maafkan lah aku Embun. Aku mohon jangan ambil kesaktianku" Kencana Sari terus merengek memohon ampunan dari Embun.
Namun Embun tidak memghiraukannya. Kedua tangannya di arahkan ke tubuh kencana Sari. Sehingga tubuh itu melayang ke udara dan berhenti tepat di bawah derasnya air terjun.
Dengan kekuatan unsur air yang merendam tubuh Kencana Sari , membuat Kekuatan api di tubuhnya padam berlahan. Diapun terkulai lemas tak berdaya di bawah derasnya air terjun.
Setelah kekuatan api dalam tubuh Kencana Sari sirna. Putri embun meletakkan tubuh kakaknya di atas sebongkah batu yang berada di dekatnya.
"Ini semua demi kebaikan kanda. Dengan menjadi orang biasa yang tanpa kesaktian semoga kanda bisa berubah menjadi orang yang lebih baik kedepannya nanti"
Putri Embun pun segera membuka ikatan gaib yang membelenggu kakaknya dan mengira kakaknya akan berubah setelah kehilangan kesaktiannya.
Diapun berdiri dan berniat membuka pintu gua tempat Pangeran Tawangulung di sekap. Segera dia menghentikan air terjun yang mengalir dan menyingkap air yang menghalangi pintu gua.
Namun tanpa di duga Kencana Sari mengambil seruling sakti dari balik bajunya dan berlahan lahan mendatangi Putri Embun yang bersiap terbang menuju gua di atas tebing.
Sementara dari atas tebing nampak pangeran Tawangulung menyaksikan semua kejadian yang terjadi antara Putri Embun dan Kencana Sari dengan perasaan cemas
Setelah melihat Putri Embun mengalahkan Kencana Sari, Pangeran sangat lega, ia menanti kedatangan Putri Embun untuk menolongnya karna dia sudah kehilangan semua kesaktiannya.
Dan terlebih sekarang dia tau kalau seruling saktinya berada di tangan Kencana Sari yang juga sudah kehilangan kesaktiannya.
Dengan seruling itu dia bisa kembali ke alam manusia untuk mengobati luka lukanya dan mengembalikan tenaga dalamnya.
Seketika tanpa di sadari Putri Embun, Kencana Sari menghunjamkan seruling itu dari belakang.
"Rasakan pembalasanku Emmbuuunnn ...enyahlah kau dari muka bumi ini. Kaulah penyebab penderitaanku !" Tanpa ragu Kencana Sari menghujamkan seruling itu tepat menembus d**a Putri Embun.
Darah menyembur seketika, Putri Embun ambruk dengan tubuh yang berlumuran darah dan seruling yang tertancap tembus di dadanya. dan tanpa di duga pintu menuju alam manusia pun terbuka.
Hal itu di gunakan Kencana sari sebaik baiknya. Dengan kekuatan yang tersisa diapun melemparkan tubuh Putri Embun yang masih tertancap seruling sekuatnya kealam manusia.
Dan setelah tubuh Putri Embun Terlempar sangat jauh ke alam manusia . Pintu dunia gaib pun tertutup kembali.
Melihat hal itu Pangeran Tawangulung berteriak secara histeris sehingga membuat tubuh lemahnya terhuyun dan jatuh ke bawa air terjun.
"Tidaaaakkkkkk....Eemmbuuunnnn!!!!"
Namun sebelum sampai ke bawah seberkas sinar keemasan menangkap tubuhnya dan membawanya menepi ke atas sebuah batu.
Sinar itu kemudian menjelma menjadi Ki Tapa Arum dan Nyi Mayang sari.
Ki Tapa Arum melihat kesekelilingnya semuanya hancur akibat perbuatan Kencana Sari dan keenam putri putrinya yang lain pun Lenyap di tangan Kencana Sari. Hal ini benar benar membuat Ki Tapa Arum murka.
Dengan tatapan tajam penuh amarah Ki tapa Arum bersiap menghukum Kencana Sari dengan membakarnya hidup hidup.
"Anak tidak tau diri. Apa ini didikan kami Kencana Sari. Kau harus di hukum !. Pergilah menyusul saudari saudarimu ke nirwanaaa!!!"
Namun hal itu di halangi oleh Nyi Mayang sari mengingat sekarang mereka tidak memiliki Putri lagi. Hanya Kencana sari lah yang tersisa. Kasih sayangnya sebagai seorang ibu membuatnya tidak rela kalau harus kehilangan seluruh anak anaknya. Walaupun kesalahan Kencana Sari tidak termaafkan.
"Jangan kanda, jangan bunuh anak kita . Aku mohon ..hanya Kencana Sari lah anak kita yang tersisa." Nyi Mayang berlutut memegang kaki suaminya seraya memohon ampunan untuk Kencana sari.
Melihat istrinya yang menangis pilu akibat kehilangan ke enam putrinya Ki Tapa Arum memjadi ibah.
" Bailah istriku aku tidak akan membun*uh Kencana Sari. Tapi Kencana Sari harus tetap di hukum.
Dia tidak di perboleh kan masuk ke istana sampai kapanpun. Dan tidak boleh berkeliaran di sekitar Gunung Raung. Dia harus menjaga Air terjun Telunjuk Raung ini untuk selamanya. Tinggallah di gua itu dan bertapalah untuk merenungi semua kesalahanmu.
Aku akan menempatkan seratus prajurit untuk mengawasimu. Kamu boleh melakukan apapun di sini tapi jangan coba coba keluar dari Air terjun ini . Karna tubuhmu akan terbakar menjadi abu. Jika kau berani melangkahkan kakimu keluar dari sini."
Ki Tapa Arum membuat pagar gaib untuk mengurung Kencana sari sehingga dia tidak akan bisa keluar dari tempat itu untuk selamanya.
Kemudian dia membawa tubuh Pangeran Tawangulung yang lemah kembali keistananya. Dan mengobati semua luka lukanya.
Setelah beberapa lama Pengeran pun sadar, namun tubuhnya tidak bisa bergerak dan merasakan dingin yang menusuk tulang.
" Pangeran maaf kan lah aku. Kau sudah kehilangan semua kesaktianmu akibat ulah putriku. Tanpa kesaktian itu kau tidak akan bertahan di alam ku ini. Namun tanpa kesaktian itu kau juga tidak akan bisa kembali ke alam manusia. Karna tanpa kesaktian itu tubuhmu tidak bisa menembus dimensi pembatas antara dua alam."
Ki Tapa Arum sangat merasa bersalah atas semua kejadian yang terjadi juga menyesali tindakan kejam yang di lakukan Kencana Sari putrinya.
"Aaa..pa ..yaang ..haa..ruus ku lakuukan Ki ?" Tanya Pangeran sembari menahan dingin yang teramat menyiksa.
Melihat keadaan tubuh Pangeran yang semangkin lemah Ki Tapa Arum semangkin khwatir.
"Hanya ada satu cara pangeran. Aku harus mengubah tubuh kasarmu menjadi tak kasat mata seperti kami. Setelah itu kamu bisa pergi ke alam mu tapi tidak akan pernah bisa kembali menjadi manusia lagi. Kau akan menjadi mahluk abadi seperti kami. Apakah kau bersedia pangeran ?."
"Iiiyyaa kkkiii akuu beersedia toloong akuu ki, aakuu sudaah tiidak taahan deengann rasaa diingin ini." Ucap Pangetan Terbata bata.
"Baiklah pangeran duduklah dan pejamkan matamu."
Pangeran Tawangulung pun duduk bersilah sesuai perintah Ki Tapa Arum . Dan segera Ki Tapa Arum membacakan mantra dan dengan kekuatannya ia q mengubah tubuh Pangeran menjadi mahluk tak kasat mata seperti mereka.
Tidak berapa lama ritual pun berakhir dan Ki Tapa Arum meminta Pangeran membuka matanya.
Perlahan lahan mata pangeran terbuka . Rasa dingin yang di rasakannya tadi telah sirna menjadi rasa yang hangat dan tubuhnya juga terasa ringan.
Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat kedua tapak tangan dan kedua kakinya di penuhi bulu halus berwarna putih dan cakar yang sangat tajam
"Ki apa yang terjadi padaku ki"
Seketika pangeran menjadi panik atas perubahannya.
"Tenang lah pangeran. Aku telah merubah tubuh pangeran menjadi seekor macan putih. Di Alam tak kasat mata ini, tubuh asli pangeran sekarang adalah seekor macan putih." Ucap Ki Tapa Arum dengan tenang
"Namun Pangeran bisa berubah menjadi tubuh manusia lagi dengam syarat pangeran harus bertapa di puncak Gunung Raung selama seratus tahun .
"Setelah itu dirikanlah istana di sana kelak pangeran akan memiliki banyak pengikut dari bangsa manusia yang tersesat di wilayahmu ataupun yang Ngipri kepadamu. Dan mengubah mereka menjadi prajurit macan putih ."
Setelah mendengar penjelasan Ki Tapa Arum , Pangeran Tawangulun pun bergegas pergi ke puncak Gunung Raung dan bertapa di sana selama seratus tahun supaya dia bisa menjelma bentuk menjadi manusia.
Dan setelah tapanya selesai Ki Tawangulung mendirikan istana di puncak Raung mengikuti petunjuk Ki Tapa Arum dan merekrut prajurit dan dayang dari bangsa jin dan manusia yang tersesat ataupun yang ngipri kepadanya.
Namun karna rasa cintanya yang begitu besar kepada Putri Embun, dia pun terus mencari dan mengerahkan seluruh pasukannya umtuk pergi ke alam manusia untuk menemukan keberadaan Putri Embun.
Namun sampai detik ini Putri Embun yang sudah menitis ke tubuh manusia tidak pernah ia temukan.
Sementara Putri Kencana Sari bertapa selama ratusan tahun dan menjadi penunggu air terjun. Dirinya terobsesi dengan kecantikannya. Dan memiliki kekuatan membuat orang yang memujanya bisa awet mudah.