"Argh, b******k!" Alan melempar semua barang yang ada di atas mejanya. "Siapa sebenarnya dalang di balik semuanya ini?!" tanyanya seraya meremas kepalanya dengan kasar. Alan terduduk dan menangis sesenggukan, hingga saat ini sang anak belum juga ditemukan. Tak bisa ia pungkiri bahwa rasa panik mulai membuat ia ketakutan bahwa akan terjadi sesuatu pada Ar, putranya itu dalam keadaan yang tidak sehat. "Kamu di mana, Son?" tanyanya. "Ke mana Daddy harus cari kamu?" Alan tak mau kehilangan untuk yang kesekian kalinya. Sudah cukup dulu, anaknya itu tumbuh tanpa dirinya. Sekarang takkan ia biarkan siapapun menyakiti Ar. Tak lama kemudian Alden dan Nicko masuk ke dalam ruangan kerja Alan. Alden tampak menghela napas panjang saat melihat kondisi ruangan yang begitu berantakan seperti kapal

