"Aku ikut, Mas!" pintar Aerin. Alan membalas dengan anggukan kepala. Keduanya masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Cody. Ada beberapa mobil yang ikut dengan mereka. Nicko dan Luiz serta Alden, Jackson dan juga Robby turut ikut bersama para rombongan anak buahnya. Kali ini Alan mengarahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan putra semata wayangnya itu. Kali ini, ia tidak mau lenggah lagi. Ia harus menemukan Ar dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan satu hal pun dari putranya tersebut. "Mas!" Aerin menarik napas dalam. "Semoga Ar baik-baik saja!" ujarnya sembari menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu. Beberapa hari setelah Ar menghilang, hidup Aerin seperti tanpa arah dan tujuan. Hatinya kalut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada putra semata wayangnya itu.

