Bab 58. Takut

1054 Kata

Ar menangis sesenggukan ketakutan, sementara tangannya diikat menggunakan tali oleh ketiga pria itu. "Hiks hiks, Paman siapa? Mau bawa Ar ke mana?" tanyanya dengan suara terisak. "Daddy pasti sudah menunggu Ar untuk pulang!" ujarnya. "Diam!" bentak salah satunya. Dengan suara serak dan tubuh yang gemetar, Ar terus meronta. Mata kecilnya memandang penuh ketakutan pada wajah-wajah asing yang kini mengelilinginya. Tali yang menjerat tangannya terasa kasar, menekan kulit mungilnya hingga perih. Jantungnya berdebar kencang, ketakutan merambat hingga ke ubun-ubun. "Ar ingin pulang... Paman, tolong... Ar takut!" Tangisnya kian menjadi, lirih namun memilukan. Salah satu pria bertubuh kekar yang mengenakan jaket hitam dan masker kain segera mendekat. Mata pria itu dingin seperti es, tak men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN