Alan keluar dari mobil. Lelaki itu memperbaiki jasnya yang setengah bergeser. "Apa Ar belum keluar?" tanyanya pada Cody. Sesibuk apapun pekerjaannya Alan selalu menyempatkan waktunya untuk menyelamatkan putra semata wayangnya itu. Ia ingin menebus semua kesalahan yang ia lakukan sebelum mereka bertemu. "Seharusnya tuan kecil sudah keluar kelas, Tuan," sahut Cody. "Saya akan hubungi gurunya, Tuan." Perasaan Alan tiba-tiba tidak enak. Sejak tadi ia merasa gelisah dan tidak tenang. Lelaki itu tampak mondar-mandir sambil menunggu Cody menelepon guru Ar untuk memastikan apakah putranya itu memang sudah pulang. "Bagaimana, Cody?" tanyanya. "Maaf, Tuan, menurut guru kelas tuan muda. Tuan muda sudah pulang satu jam yang lalu!" Tubuh Alan sontak menegang. Wajahnya memucat, seolah-olah

