Bab 17. Remuk Berkeping-keping

1265 Kata

Sandy masih berdiri di ambang pintu ruang kerja Davin. Kedua matanya menajam, menatap Hana dan Davin yang tampak begitu nyaman berbicara satu sama lain. Semakin lama ia memperhatikan, semakin besar pula rasa kesal yang bergejolak dalam dadanya. Entah kenapa, melihat Hana tersenyum begitu lebar pada pria lain membuatnya merasa tidak nyaman? Ada sesuatu yang mengusik perasaannya. Jemarinya mengepal, rahangnya mengatup rapat. Ia seharusnya tidak peduli. Seharusnya ia bisa berlalu begitu saja dan membiarkan Hana tetap di sana bersama Davin. Namun, kakinya seperti tertanam di tempat. Ia tidak bisa bergerak, seolah ada dorongan yang memaksanya untuk tetap mengawasi mereka. Saat itu Hana dan Davin dengan posisi saling berdekatan dan Sandy melihat punggung mereka dari arah belakang. Entah apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN