Chapter 19

1118 Kata

AKHIR pekan, aku diajak Rais bertemu disalah satu tempat makan dikampung halaman. Perayaan untuk kelulusan ku katanya. Tempat ini sudah pernah kami datangi sebelumnya. Suasananya nyaman, dengan tema pondok kecil ditepi sungai. Terakhir kali kemari pondoknya masih polos berwarna coklat karamel bawaan dari warna kayunya. Sekarang sudah lebih berwarna-warni dengan kebanyakan warna merah, membuat suasananya lebih cerah. Ku pikir memang hanya acara makan-makan biasa. Tapi siapa sangka diakhir makan-makan dia menyatakan niat baiknya. Membuat ku dilema berkepanjangan. “Sal. Aku minta maaf karena sekali lagi harus bersikap egois. Mungkin kamu berpikir hubungan kita ini murni pertemanan biasa. Awalnya aku juga ingin seperti itu, tapi lagi-lagi aku kalah dengan perasaan ku. Aku tidak bisa menyangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN