Menjaga Jarak

1108 Kata

Nara menjalani pagi dengan langkah cepat, ia menyiapkan kopi instan di gelas plastik, menyambar roti tawar, lalu keluar kos sebelum jam tujuh pagi, jalanan belum terlalu ramai. Ia menyukai jam-jam ini ketika dunia belum sepenuhnya sadar, dan dirinya belum sepenuhnya harus kuat. Di kampus, segalanya berjalan seperti biasa. Ia duduk di bangku yang sama, mencatat poin-poin penting, mengangguk saat dosen menjelaskan. Sesekali ia tertawa kecil ketika teman di sebelahnya berbisik soal tugas yang menumpuk. Dari luar, Nara tampak utuh tapi dari dalam, ia seperti menyusun ulang kepingan yang tercecer. “Na,” bisik seorang teman. “Kamu nggak ikut rapat himpunan sore ini?” tanyanya. Nara menggeleng. “Aku kerja.” jawab Nara. “Oh iya, lupa, kamu sekarang sibuk, ya.” Kata sekarang menggantung sebent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN