"Aku tak pernah tau,
ternyata selama aku meninggalkanmu. Kamu pernah sehancur itu."
----------------
Setelah mengantarkan Saska dengan selamat sampai ke sekolahnya, Sergio sudah sampai di kantor dimana dirinya lah pemimpin perusahaan itu. CEO muda dengan wajah rupawan siapa yang tidak jatuh hati kepadanya? Hampir semua karyawan bertingkah genit kepadanya, tetapi Sergio yang terkesan dingin itu hanya berbicara hal yang penting saja untuk disampaikan, karena selamanya dia hanya akan mencintai satu perempuan.
Saska gadis pertama yang dia kenal saat remaja, gadis baik yang mampu menarik seluruh dunianya sampai Sergio susah membuka hati untuk orang lain.
"Selamat pagi Pak Sergio, jam 10 nanti kita ada meeting dengan wirasetya grup," ujar Ratu sekretaris Sergio.
"Baik, urusin semua berkas-berkasnya jangan ada yang ketinggalan," ujar Sergio kemudian segera memasuki ruang kerjanya.
*******
Meeting antara perusahaan Sergio dan perusahaan ayahnya Saska telah usai, sekarang Sergio dan Arlan sedang berada di salah satu restoran karena sudah tiba waktunya makan siang.
"Ada yang ingin Sergio tanyakan om," ujar Sergio saat sudah selesai makan siang.
"Iya tentang apa, apakah soal meeting tadi atau ada hal lainnya?" tanya Arlan.
"Saya mohon om jawab yang sejujurnya, ini semua mengenai Saska selama saya pergi keluar negeri beberapa tahun lalu."
"Iya, silahkan Sergio apa yang ingin kamu tau? Sebisa mungkin ak.an Om ceritakan sama kamu," kata Arlan
"Apa yang terjadi sama Saska saat saya pergi om, apa dia sempat depresi atau hal buruk lainnya?" tanya Sergio.
"Iya Saska sempat mengalami depresi ringan Sergio, dia sempat shock saat tau kamu pergi menempuh pendidikan di luar negeri tanpa mengabarkan dia. Tapi dia bisa keluar dari keterpurukannya setelah bertemu ...." Arlan menjeda ucapannya.
"Bertemu Dafa maksud Om?" tanya Sergio memastikan.
"Iya sejak ketemu Dafa, Saska mulai bisa tersenyum lagi, pertama Saska tetap pada kebiasaannya menjerit histeris, mengurung diri di dalam kamarnya. Tetapi Dafa tipikal lelaki yang cukup sabar, dia selalu datang meskipun Saska terus menerus menolak kehadirannya. Lama kelamaan Saska bisa menerima Dafa dan akhirnya mereka menjalin hubungan asmara seperti sekarang Sergio. Maafin Om karena gak pernah ceritakan ini kepada kamu, Om hanya tidak mau melihat kamu tidak fokus dengan pendidikan yang sedang kamu tempuh saat itu," kata Arlan.
"Apa sekarang tidak ada harapan lagi supaya saya bisa bersama Saska om?" tanya Sergio. "Hal yang dilakukan oleh Dafa sudah sangat banyak, jujur saya kurang percaya diri kalau Saska akan kembali kepada saya."
"Om tidak tau harus menjawab apa Gio. Saska dan Dafa sudah menjalin hubungan selama dua tahunan, untuk meminta Dafa menjauh dari Saska sepertinya Om tidak bisa Gio. Jika om menyuruh Dafa untuk menjauh dari Saska sama saja om seperti tidak tau terima kasih, mungkin jika Dafa tidak datang di waktu itu. Saska pasti sudah berada di rumah sakit jiwa sekarang."
Arlan menatap Sergio lekat." Om hanya bisa membujuk Saska untuk kembali menerima kamu, tapi rasanya sangat sulit melihat Saska yang sekarang seperti tidak mau lepas dari Dafa. Dafa anak yang baik begitu pun juga dengan kamu, Om merestukan kalian berdua untuk menjadi pendamping Saska, tapi om tidak bisa memaksa pilihan Saska, biarkan Saska menentukan pilihannya sendiri. Takdir sudah diatur kita sebagai manusia hanya bisa menunggu waktu itu tiba, saya harap kamu bisa bersabar," tutur Arlan.
"Om tidak perlu memaksa Saska untuk menerima Sergio kembali, yang Gio butuhkan adalah restu dari Om, apapun yang terjadi Gio akan mencoba menerimanya. Meskipun pada akhirnya bukan Sergio yang menjadi pilihan Saska, tapi biarkan Sergio mengejar cinta Saska dengan cara Gio sendiri Om. Setidaknya saya sudah pernah berjuang untuk kembali, soal hasil itu urusan belakangan," kata Sergio.
"Om tidak pernah melarang siapapun untuk memiliki Saska, asalkan Saska bahagia dengan pilihannya. Om juga akan sangat bahagia, kamu tau sendiri kan kalau om begitu menyayangi Saska, dia putri Om yang sangat Om sayangi. Jadi om tidak mau jika suatu hari nanti dia bertemu lelaki yang tidak bisa membahagiakannya, itu benar-benar membuat Om tersiksa," kata Arlan.
Perkataan Arlan tadi terus saja menghantui pikiran Sergio, iya tau betul apa maksud dari ucapan Arlan. Arlan pasti menginginkan supaya anaknya dapat menemukan lelaki yang tepat untuk membahagiakan putrinya, bukankah semua ayah meninginkan hal yang terbaik untuk putrinya.
Jika di pikir-pikir mengenai keputusan Arlan yang mengizinkan siapa saja mencintai Saska dengan syarat harus bisa membuat Saska bahagia, berarti Dafa juga mempunyai kesempatan itu. Kenapa Arlan berubah juga sekarang? Bahkan dulu saat Sergio pamit untuk menempuh pendidikan di luar negeri, Arlan sangat mendukung keputusan Sergio agar nantinya Sergio dapat membahagiakan Saska. Tapi kenapa sekarang Arlan kelihatan berubah? Apa karena Saska yang begitu mencintai Dafa sehingga Arlan tidak ingin menyakiti perasaan putrinya.
Sergio tidak menyalahkan papa Saska. Semua balik lagi ke permasalahan yang sama, bahwa yang salah tetap Sergio meskipun dia memiliki alasan meninggalkan Saska kala itu.
Sergio mengakui bahwa dia telah kalah jauh dengan Dafa, Saska yang dulunya bahkan tak mau pisah dengannya sedetik pun tapi sekarang menatapnya saja sepertinya gadis itu enggan. Saska sekarang sudah mengubah semua rencana masa depannya. Mimpinya yang menginginkan Sergio sebagai pendamping hidupnya sekarang telah merubah untuk memiliki Dafa, Saska yang dulunya selalu tersenyum manis kepadanya tapi sekarang hanya tatapan kesal yang sering terpancarkan dari wajah cantiknya itu.
Setelah kepergiannya selama lima tahun meninggalkan Saska di sini, Sergio dapat melihat semuanya telah berubah begitu sempurna, begitu cepat perubahan itu terjadi! Jujur Sergio begitu mengharapkan gadis itu kembali jatuh hati kepadanya.
Sergio akan selalu berusaha tanpa ada niatan memaksa sama sekali. Sergio sudah cukup hafal dengan tabiat Saska yang semakin memberontak dan menjadi keras kepala ketika dipaksa melakukan hal yang tidak disukainya.
Sergio hanya perlu selalu ada, merubah semuanya seperti dulu. Membuat Saska kembali bergantung kepada dirinya, dengan begitu dia tidak akan kehilangan Saska lagi 'kan?
Impian Sergio untuk bersama Saska memang sangat besar dengan begitu dia juga harus menguatkan tekadnya untuk selalu bisa bertahan dengan kalimat-kalimat menyakitkan yang akan diucapkan oleh Saska setiap harinya.
Akankah Saska memang jatuh kembali kepada dirinya? Ataukah semua rencana, harapan, dan mimpi itu akan selamanya menjadi mimpi?
Setidaknya biarkan Sergio berjuang sekarang, jikapun kalah dia akan menerima semua itu dan mengakui kekalahannya. Sergio juga bersedia menjauhi Saska bila nanti dia memang tidak akan mampu meraih Saska kembali. Sergio berjanji kepada dirinya sendiri.