Kala bersikeras menyetir mobilnya. Wana ingin menggunakan mobilnya tapi Kala menolak. Kirana hanya akan ikut, karena dia tak suka menyetir mobil besar seperti milik Kala atau Wana. Andika melihat perdebatan ketiga saudara itu sambil melipat tangan di d**a. Menunggu ketiganya memutuskan. Mereka sama sekali tak terlihat sebagai orang yang terbiasa memegang senjata dan bisa menghabisi siapa saja. Pertengkaran mereka menunjukkan sisi manusia mereka dan sisi bagaimana seharusnya saudara berlaku. “Mobilku!” Kala bersikukuh. Kirana menendang kaki Wana dan mengisyaratkan untuk mengalah. Terpaksa Wana mengiyakan dan menuruti adik bungsunya itu. “Baiklah,” pasrah Wana pada akhirnya. Andika menarik napas lega pertengkaran itu berakhir. Karena dia sudah sangat lapar. “Bisa kita berangkat? Cacing

