Gladi Resik

1095 Kata

Dewi mengetuk pintu kamar Kala, tapi tak ada jawaban. Dia yakin Kala masih tidur. Perlahan dia memutar pegangan pintu dan melihat Kala masih berbalut selimut. “Kal, sudah pagi. Ayo bangun, Tuan Tua sudah menunggu,” bisik Dewi sambil menepuk pipi mungil itu. Kala menggeliat, matanya masih enggan terbuka. “Sebentar lagi,” gumamnya sambil menarik selimutnya lagi. “Kal!” Dewi menarik selimut itu dari tubuh Kala. Dewi mendudukkan Kala, dengan sabar menepuk punggung Kala sehingga bocah itu sepenuhnya membuka mata. “Mandi, aku siapkan baju, lalu segera ke ruang makan,” bisik Dewi. Kala dengan malas beranjak, tapi jika tidak mengingat ini di rumah Mbah Kakungnya, maka dia akan tidur lagi. Kirana sudah mematut dirinya dengan kebaya berwarna cokelat dan kain jarik yang sudah disiapkan oleh De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN