Jam lima pagi, Kala sudah membuka matanya, seorang pelayan masuk dan membantunya untuk memakai beskapnya. Hari ini adalah hari penting bagi Mbah Kakungnya, hari ruwatan mereka. Ubo rampe yang dipersiapkan sudah berjajar di depan panggung besar di halaman samping. Para wiyaga, sinden dan pelayan sudah sibuk bersiap. Hiruk pikuk yang Kala lihat sangat memusingkan. Kirana dan Wana sudah duduk di ruang tengah. Hari ini mereka akan mengikuti acara adat itu dengan khidmat. “Baiklah, semuanya sudah siap. Pagelaran wayang akan segera dilaksanakan, ayo ke tempatnya,” Ki Sapto menggiring mereka bertiga ke tempat acara. Setelah semuanya siap, maka Ki Sapto memberikan runtutan acara yang akan mereka lakukan hari ini. Dimulai dengan pagelaran wayang. Pagelaran wayang dengan lakon Murwakala, mencer

