BAGIAN TUJUHBELAS

2006 Kata

Zia menegakkan kepalanya, menatap wajah serius Kenzo dengan senyum yang dipaksakan. "Apaan sih Bang, ngelindur ya?" Kenzo menatap Zia lekat, senyum kecil tersungging diwajah yang biasanya selalu menampilkan raut tak suka dihadapan Zia. Tangan kirinya tergerak merapikan anak anak rambut Zia yang terlepas dari kucirannya. "Gua serius," "Abang mau jadiin Zia pelampiasan?" Kenzo tertegun, bisa bisanya Zia berkata seperti itu tapi ekspresinya begitu polos, sepolos pertanyaan yang terlontar tanpa adanya saringan itu. "Atas dasar apa gua ngejadiin lo pelampiasan?" Wajah Zia tampak berpikir, kemudian mata bulat itu kembali menatap Kenzo. "Karena ternyata Om Christ sama Kak Bela belum putus sejak empat tahun yang lalu?" Kali ini Kenzo benar benar kaget. Benarkah itu? Bahkan ia sama sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN