Arju awalnya berniat pergi seorang diri. Ia sudah siap dengan penampilan santainya: kaos pendek hitam yang mulai pudar warnanya sehingga tampak abu-abu, celana selutut, kacamata hitam, sneaker yang nyaman, dan sebuah jam tangan sporty yang melekat di pergelangan tangannya. Penampilan itu jelas Arju, bukan Abim. Penampilan yang menandakan dirinya ingin keluar dari bayang-bayang kembaran yang selama ini harus ia jalani. Namun, rencana itu berantakan ketika Artika mendadak ikut. Entah bagaimana, Arju tidak bisa menolak. Kehadiran perempuan itu seakan menyeretnya kembali menjadi Abim. Padahal di hatinya ia tahu: pertemuannya nanti dengan Ibu dan Abim yang masih terbaring, menuntut dirinya untuk hadir sebagai Arju, bukan Abim palsu. Mobil melaju di jalanan yang mulai padat menuju Jakarta. Sin

