Arju yang tengah memainkan peran sebagai Abim itu melangkah pelan, menyamakan posisi, berdiri sejajar dengan Artika yang tengah mendongak, menatap langit pekat bertabur bintang. Sorot matanya diam-diam menelusuri wajah perempuan itu. Rambut panjangnya terurai lembut, tertimpa cahaya lampu jalan yang membuatnya tampak seperti lukisan hidup. Ada sesuatu di sana… keteduhan yang tak pernah Arju temui dalam kehidupannya yang penuh amarah. Perlahan, ia ikut mendongak. Sebenarnya bukan karena tertarik, tapi karena penasaran: bintang seperti apa yang membuat Artika terdiam sekhusyuk itu? Dalam pikirannya, semua langit sama, semua bintang sama, hanya noktah-noktah cahaya yang menggantung tanpa arti. Tapi malam itu, entah kenapa, ia merasa ada yang berbeda. Keheningan mengalir di antara mereka. Da

