Artika meluaskan pandangan ke seluruh sudut kafe. Matanya menyapu meja-meja, berharap menemukan sosok Abim yang biasanya setia duduk di pojok dengan blueberry cheesecake favoritnya. Tapi bangku itu kosong. Sunyi. Seolah pria itu lenyap begitu saja di tengah keramaian. Ada rasa kecewa yang menggantung di dadanya — apalagi mereka jarang punya waktu berdua belakangan ini. Baru saja ia berharap momen sederhana itu bisa terjadi, nyatanya pupus begitu saja. "Kang Abim udah pulang?" tanyanya pada Cindy yang lewat sambil menenteng nampan berisi piring dan gelas kotor. "Uhm!" sahut Cindy singkat sambil melangkah menuju dapur. "Dia nggak titip pesan apa gitu buat aku?" Artika mencoba memancing kemungkinan. Sejak beberapa minggu terakhir, Abim sering pergi tanpa pamit. Bahkan jarang mengirim kaba

