Raka terdiam menatap para tenaga medis yang memasangkan berbagai alat ke tubuh ayahnya dari balik jendela kaca. Pemuda itu melipat tangannya di depan d**a, memperlihatkan otot otot sexi di lengan putihnya. Dilihat dari sisi manapun, Raka memang pantas jadi idola. " Ayahnya ya mas?" Sapa seseorang membuat Raka menoleh sekilas lalu mengacuhkan. Seorang suster muda dengan buku catatan di tangannya mendekati Raka, berdiri di sisinya. " Sudah berapa lama sakit?" Tanya suster itu lagi, mencoba menyapa " Sangat lama." Jawab Raka singkat, tanpa menoleh " Mas nya blasteran? Maaf, soalnya gak mirip. Pasti mirip ibunya ya? Oiya... Ibunya tidak ikut?" Tanya suster itu lagi. Raka mengernyit, agak merasa risih. " Saya seperti melihat bapak ini sebelumnya. Bapak ini bukankah korban kebakaran bulan l

