"Akhirnya, kita dapat berjumpa lagi, Manis ku." Bebunyian di sekitarku seketika lenyap. Keheningan mencekam menyambut ku, disertai dengan iring-iringan kabut asap yang menggantung di sekeliling, melayang rendah di sekitar kami. Sosok itu masih berdiri angkuh di depanku, lengkap dengan seringaian menjijikan di wajahnya. Menatap ku dengan tatapan yang membuatku ingin segera mencungkil kedua kelereng amber itu dari rongganya. Meski wajahnya cukup tampan, tapi hal itu tidak dapat menghilangkan rasa jijik ku padanya. Bayangan awan gelap yang berarakan segera menghapus jejak pendar rembulan yang tersisa, membuatku sepenuhnya terkurung dalam kegelapan pekat yang berkabut, lengkap dengan monster itu berdiri tepat di hadapanku. Jantungku berpacu cepat tatkala wajah tampannya yang penuh tipu m

