Mata Nana membulat dengan sempurna, tatkala matanya bertemu tatap, dengan sosok pria yang masuk ke dalam rumahnya tanpa izin. "Ada apa mas Bian datang ke sini? Bukannya aku udah bilang, kalo mas jangan datang dulu sebelum aku memutuskan keputusan untuk pernikahan kita?! Kenapa mas gak bisa menghargai permintaan aku? Apakah emang sesulit itu ya?" Tanya Nana dengan sinis. Ia tersenyum kecut saat melihat Bian berantakan. Sepertinya pria itu langsung ke rumahnya dari kantor. "Aku mohon, Na. Berikan aku kesempatan untuk mengejar maaf serta cintamu lagi. Setidaknya aku ingin menunjukkan usahaku, untuk membuktikan perasaan ku padamu. Aku tidak peduli sepanjang apa waktunya, karena aku akan tetap menunggu mu. Aku bawakan cake coklat kesukaan mu." "Sejak kau mengkhianati ku, sejak itulah keperca

