Naraya sibuk di ruangan laundry di dekat dapurnya. Naraya mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan baik tanpa bantuan siapa pun. Sebelumnya Rayden menyerahkan pekerjaan rumah pada house keeper dan laundry kepercayaannya tapi sekarang Naraya telah menghandle semuanya. "Na na na~" Untuk membunuh kebosanan, Naraya selalu bergumam bersenandung dengan suara lembut nan merdu. "Marcus menagihku untuk segera menyerahkanmu, Naraya!" Rayden datang dan mengagetkan. "Astagaa! Huh ... kapan kamu datang, tuan?!" Naraya kaget karena kehadirannya dan tak begitu fokus dengan kata-kata Rayden. Andai saja Naraya mendengarnya, maka ia akan lebih takut lagi. "Masih saja kaget? Hanya aku yang bisa masuk ke rumah ini, Naraya!" kata Rayden lalu mendekat. "Yaa tetap saja kaget! Kamu selalu datang seperti han

