Mentari tergugu di depan pusaran liang lahat sang anak. Nama yang tertera di atas batu nisan membuat Mentari seakan tak percaya, takdir apa yang ia jalani. Kenapa dalam hidupnya, tidak ada secerca kebahagiaan? Di saat satu-satunya alasan untuk ia tetap hidup dan bertahan malah Tuhan ambil dengan cara yang menyakitkan. "Tar, pulang dulu yuk," ajak Sera hati-hati, ia sangat mengerti bagaimana perasaan Mentari saat ini. Kesekian kalinya dalam hidupnya, Mentari harus menelan pil pahit kehilangan orang-orang yang begitu ia sayangi. Sera menepuk pelan punggung Mentari yang masih menangis memeluk batu nisan Gio. Di sana hanya ada dua wanita itu, Yusuf lebih dulu pergi menuju rumah Sera yang akan dijadikan tempat Mentari sementara waktu. Sebenarnya Yusuf tidak ingin pergi meninggalkan Mentari,

