"Halimah, kamu gak ingat kalau kita keluarga? Aku mertuamu, jangan kurang ajar!" "Tenang, sebentar lagi kita gak ada hubungan lagi, jadi Anda tidak perlu pusing mikirin menantu kurang ajar ini." "Aku gak mau pergi dari rumah itu, aku gak mau jadi gelandangan." "Mau jadi apa bukan urusanku, lagipula sejak kapan Anda menganggap saya keluarga? Anda hanya menganggap saya pemban-tu gratisan dan mesin ATM berjalan. Mulai hari ini bangunlah dari mimpi." "Kamu jahat sekali, pantas saja anakmu yang menerima akibatnya." "Apa maksudmu?" Halimah mulai terpancing, apa saja yang berkaitan dengan mendiang putranya sangat sensitif baginya. "Anakmu yang membu-n*h putraku. Sampai kapan pun tak akan aku maafkan." Halimah memberi isyarat ke empat orang lelaki kekar untuk mengusir Ibu mertuanya keluar. D

