Bab. 32

1012 Kata

"Andai kamu tak terikat lagi, maukah kau menikah denganku?" Pertanyaan Kahfi kubiarkan mengambang di udara lalu dibawa angin lalu. Saat itu aku tidak mengiyakan tidak pula menolak. Aku baru kehilangan seseorang yang sangat berarti hingga tak bisa berpikir dengan jernih. Lagipula tidak masuk akal tiba-tiba saja Kahfi menyatakan perasaannya Aku takut kalau apa yang dia rasakan hanya sekedar simpati. Aku tidak butuh rasa kasihan dari siapa pun. Kehilangan Gio merenggut semangat hidupku juga rasa percaya pada siapa pun. Pernah berpikir menyerah dan menyusul putraku. Pada malam penghujan aku menelan puluhan butir ob-at tidur, tetapi usaha itu digagalkan oleh kedua saudara tiriku. Bukannya kasihan keduanya memarahiku dengan mengatakan aku adalah manusia bod-oh yang memilih abadi di neraka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN