Gerimis yang turun sejak tadi pagi tidak mampu membujuk sang mentari meredupkan cahayanya, justru teriknya semakin menyengat orang-orang yang sedang menyusun kursi di halaman rumah Halimah. Kaum laki-laki bahu-membahu memasang tenda untuk para pelayat berteduh nanti, sementara ibu-ibu membantu memasak di rumah tetangga untuk memberi makan orang-orang yang turut mengantarkan ke kuburan nanti. Di dalam rumah tampak Mak Darmi merapikan kain panjang yang menutupi jenazah Gio. Silih berganti orang-orang datang untuk menyampaikan belasungkawa, tak lupa mereka membaca doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Yang Mahakuasa. Di sebelah tempat tidur Halimah duduk bersandar dengan tatapan lurus ke jenazah putranya. Dia menyandarkan kepalanya ke dinding, wajah wanita itu tampak kuyu, lin

