Bab. 47

1002 Kata

Gemetar jemariku saat mengecek ulang alamat yang tampil di peta. Penyangkalan demi penyangkalan terus aku gaungkan di benak berharap tebakanku salah. Aku bahkan mencocokkan dengan alamat yang dikirim ke whatsappku beberapa tahun yang lalu saat diminta berkunjung. Apakah Kahfi masih intens berhubungan dengan wanita itu? Napasku seakan tersendat saat melihat kedua alamat itu cocok. Rumah yang sering didatangi Kahfi milik Sarah, mantan tunangannya dulu. Aku ingat terakhir kali bertemu dengan wanita itu saat syukuran tujuh bulan kehamilannya tiga tahun yang lalu. Jujur saja, kala Sarah menikahi seorang pengusaha membuatku lega. Meski tak mengatakan, tetapi aku bisa melihat cinta untuk Kahfi tak surut dari hati Sarah. Aku tak perlu mencari tahu, dari cara dia menatap, bahasa tubuh, dan suaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN