Tiiiiiiin! Mataku berkedip, suara klakson kendaraan di belakang mobil menyadarkan kalau ada masih duduk di mobil. Hanyut dengan pikiran sendiri hingga tak menyadari lampu merah sudah berganti hijau. Gegas kuinjak pedal gas lalu berbelok dengan niat menghampiri Kahfi. Aku tidak ingin terus-menerus didera prasangka, Kahfi harus menjernihkan keruh di hatiku. Namun, untuk masuk ke restoran tadi aku harus memutar terlebih dahulu. Kutambah kecepatan mobil agar tak kehilangan jejak, tetapi sepertinya terlambat. Kahfi dan Sarah tidak terlihat lagi. 'Apa aku salah mengenali orang? Rasanya tidak mungkin. Mataku masih sangat awas. Kuputuskan menghubungi Kahfi sambil memelankan laju kendaraan, berputar-putar di tempat parkir. Mataku liar mengawasi berharap melihat sosok Kahfi lagi. Aku melempar pons

