Bab. 36

1020 Kata

Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Suara-suara di dalam kepala terus berdengung berharap Halimah bisa pulih seperti sedia kala. Pertemuan dengan Halimah membuat bunga-bunga cinta yang layu kembali segar, seolah-olah disirami hujan setelah bertahun kemarau. Aku tak tahu harus bagaimana bersikap, setelah dua tahun menghilang kemarin dia berdiri di depanku begitu saja. Lidahku kelu menyapanya, ragu menyergap d**a apakah Halimah sudi mengenalku? Bukankah dulu dia pergi tanpa kata, memperjelas aku tak berarti baginya. Mengingat sikapnya itu aku memilih pura-pura tak mengenalnya. Aku tak tahu apa yang Halimah pikirkan saat Sarah memperkenalkanku sebagai tunangannya. Aku berharap dia cemburu, tapi rautnya tetap datar. Entah mengapa sikapnya itu membuatku kesal. Harusnya dia kesal, marah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN