Di ujung sana terasa kehening sesaat sebelum Sarah menjawab dengan suara tenang, tapi ada getaran halus dalam nadanya. "Apa maksudmu, Kahfi?" "Aku rasa pernikahan ini sebaiknya kita batalkan saja." Perkataan itu keluar dari mulut Kahfi dengan suara berat. Bukan hal yang mudah baginya, terutama mengingat betapa Sarah telah banyak berkorban untuk hubungan mereka. Namun, Kahfi tahu bahwa hidup dalam kebohongan akan jauh lebih menyakitkan daripada mengatakan yang sebenarnya. "Kenapa baru sekarang kau mengatakan ini? Kalau kamu merasa tak akan pernah bisa mencintaiku harusnya tolak dari awal. Bukan setelah dua tahun. Bukan setelah kedua keluarga mulai melakukan persiapan pernikahan." Meski dadanya ngilu mendengar permintaan Kahfi, Sarah masih berusaha tenang. Dia yakin pasti ada alasan kua

