Bab. 38

1057 Kata

Sarah duduk di sudut restoran elegan, memainkan cangkir kopinya dengan pelan sambil menunggu Bayu datang. Wajahnya mungkin tampak tenang di luar, tetapi di dalam hatinya berkecamuk. Pengakuan Kahfi semalam masih terngiang-ngiang di telinganya—pernyataan tentang cintanya pada Halimah yang membuat dunianya seakan runtuh, tapi Sarah tidak akan menyerah begitu saja. Dia sudah menyiapkan rencana untuk menyelamatkan rencana pernikahannya. Bayu akhirnya tiba, dia menyapa dengan senyum ramah. Sarah langsung memasang ekspresi bersahabat, seolah pertemuan ini hanyalah tentang urusan bisnis seperti yang mereka rencanakan sebelumnya. "Terima kasih sudah meluangkan waktu, Pak Bayu. Aku ingin membicarakan kelanjutan kerja sama kita, tapi sejujurnya aku juga tertarik mengenal lebih dalam tentang tim ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN