Halimah duduk di kursi di depan Bayu, tangannya menggenggam kuat tas di pangkuannya. Matanya terpaku pada wajah Bayu yang tampak tidak tenang, seolah ada beban besar yang ingin dia utarakan. "Maaf, aku suruh kamu buru-buru ke kantor. Ada hal yang gak bisa aku ceritakan di telepon." Halimah masih diam, dari raut Bayu dia tahu ada sesuatu yang tidak beres. "Aku minta maaf, Halimah. Ini bukan keputusan yang mudah, tapi aku harus memintamu untuk rehat sementara. Setidaknya sampai proyek dengan Citra Medika selesai." Halimah menatap Bayu dengan sorot mata bingung. Rehat? Dia tahu pekerjaannya berjalan dengan baik, dan tak ada alasan yang jelas untuk tiba-tiba menghentikan keterlibatannya. "Kenapa, Mas? Apa ada masalah dengan kinerjaku?" Bayu menelan ludah, dia berusaha menahan keraguan di

