Bab. 40

1079 Kata

"Permisi, Dokter Kahfi, ada?" Halimah bertanya ke salah seorang perawat yang berpapasan dengannya di lorong rumah sakit. "Dokter Kahfi sedang ada operasi Mbak. Silakan tunggu di ruangannya." "Apa boleh saya masuk gitu aja?" Halimah sedikit segan, sebab dia tak pernah masuk ke ruang pribadi orang lain tanpa izin. Sang perawat tersenyum. "Gak apa-apa Mbak. Ayo, saya tunjukkan tempatnya. Perawat tadi membuka pintu ruangan Kahfi lalu mempersilahkan Halimah masuk. Aroma lavender menyerbu penciumanya, aroma bunga ini kesukaannya membuat rasa nyaman hadir di dadanya. Halimah mengamati ruangan berukuran 3 × 3 m² persegi itu. Satu sofa panjang diletakkan di depan meja kerja Kahfi. Lemari didempetkan ke dinding sehingga ruangan terlihat luas. Ceklek! Bunyi pintu dibuka dari luar Halimah menol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN