Jihan langsung menghentikan langkahnya, saat suara seseorang memanggilnya dari belakang punggungnya. "JIHAN!!!" Perlahan, Jihan membalikkan badan dan mendapati Ronald yang tengah berlari ke arahnya. Ia menghela napas jengah, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Namun, langkahnya kembali terhenti, saat Ronald berhasil menarik tangannya. "Tunggu dulu," ucap Ronald menahan tangan Jihan. "Mau apa sih, lo?" tanya Jihan malas dan sedikit dengan nada emosi. Ia kemudian menghempaskan tangan Ronald dengan kasar. Ronald menarik napas dan menghembuskannya. "Gak ada kesempatan buat gue?" Jihan terdiam beberapa detik. Ia mendongakkan kepalanya, menatap Ronald. "Enggak! Dan nggak akan pernah!" "Kenapa? Kenapa, lo gak mau kasih kesempatan, buat gue? Lagian, waktu itu gue cuma khi

