49. Ajakan Antariksa

1858 Kata

Zara mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Ares yang tak kunjung terlihat. Ia tak menemukan anaknya itu, sejak dari tadi. "Bal, Ares udah pulang kan?" tanya Zara pada Iqbal yang tengah menyantap makanannya. "Udah," jawab Iqbal, tanpa menatap Zara. Sorot matanya hanya terfokus pada piring makanannya. "Kok dia gak temuin aku? Dia juga gak keluar dari tadi?" tanya Zara. Pasalnya ia tadi sedang di dapur dan tidak tau apa yang sudah terjadi pada Ares. Antariksa yang tengah menyantap makanannya, sesekali melirik Iqbal. Ia ingin memberitahu ibunya, namun ia takut jika ayahnya akan murka. "Dia aku larang ke luar kamar," ucap Iqbal tanpa merasa bersalah sedikit pun. Zara terkejut bukan main mendengarnya. Kedua matanya membola dengan sempurna. "Apa?!" kagetnya mendengar ucapan Iq

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN