Antariksa menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Ia menatap layar ponselnya. Sedari tadi, Antariksa ingin menelpon Jihan. Namun, ia masih ragu-ragu untuk melakukannya. Antariksa menaruh ponselnya di atas d**a dengan memejamkan kedua matanya. Ia bimbang, antara ingin menelpon gadis itu, atau tidak. Setelah berfikir sebentar, akhirnya ia sudah membuat keputusan. Antariksa langsung meraih ponselnya dan menelpon Jihan. Tak menunggu lama, panggilannya pun tersambung. Jihan langsung mengangkat panggilannya. "Hallo? Maaf, ini siapa ya?" tanya Jihan di sebrang sana. Antariksa menelan ludahnya susah payah. Ia pun, kemudian menjawab, "I--ini gue, Anta." "Oohh... Antariksa? Cowok yang gue tolongin itu kan?" Antariksa tersenyum manis mendengarnya. Ternyata Jihan masih mengingatnya. "Ada apa

