Antariksa masih menjabat tangan Jihan, seakan ia tak mau melepaskannya. Kedua sorot matanya memandangi wajah gadis itu tanpa lepas. "Hmmm...... Ta--tangannya," ucap Jihan, melirik tangan Antariksa yang masih setia menggenggam tangannya. Antariksa langsung tersadar dari lamunannya. Ia pun dengan cepat, melepaskan tangan Jihan. "Sorry," ucapnya seraya tersenyum kikuk. "Gak papa. Ya udah, gue mau ke kasir dulu," ucap Jihan seraya berjalan menuju kasir dengan keranjang belanjaan di tangannya. "Tunggu." Antariksa menarik tangan Jihan, membuat langkah gadis itu kembali berhenti. "Kenapa?" tanya Jihan, menatap wajah Antariksa. Antariksa terdiam sejenak. Ia kemudian meraih keranjang belanjaan Jihan, membuat gadis itu terkejut bukan main. "Belanjaan lo, biar gue yang bayar," ucap Antar

