Iqbal memiringkan tubuhnya ke arah Zara yang sedari tadi membelakanginya. Ia ingin memeluk Zara. Namun, tangannya langsung di tepis oleh wanita itu. "Ra....," panggil Iqbal dengan lembut. Ia kembali ingin memeluk Zara. Namun, tangannya lagi-lagi di tepis kasar. "Kamu jahat Iqbal!!" ujar Zara tanpa membalikkan badannya. Suaranya terdengar parau dan serak. "Jahat apanya?" Zara langsung membalikkan tubuhnya menatap Iqbal. Wajahnya sudah sembab, karena sedari tadi menangis. "Sampai kapan, kamu nyakiti Ares, Bal?" Iqbal terdiam dengan ucapan Zara. "Berapa banyak lagi, luka yang akan kamu buat di hati Ares?" tanya Zara dengan lirih. "Kasihan Ares, Bal. Dia cuma ingin hidup bahagia." Iqbal hanya diam saja dengan sorot matanya yang tak lepas memandangi wajah Zara. "Cukup kamu buat Are

