Jihan sedari tadi hanya diam saja. Ia membiarkan Ares yang masih menyandar di bahunya. Tangan kanannya, memainkan rambut Ares dengan lembut. Jihan membiarkan Ares untuk menenangkan diri. Setelah merasa cukup lama, Jihan pun mulai membuka suara. "Sejak kapan, lo tau gedung tua ini?" tanya Jihan menundukkan kepalanya ke bawah, menatap Ares yang tengah melamun. "Sebelum gue kenal lo. Tempat ini, adalah satu-satunya temen gue," ucap Ares memberitahu. "Setiap gue punya masalah, gue pasti akan ke sini," lanjutnya dengan sorot matanya yang menatap kosong ke depan. "Buat bunuh diri?" tanya Jihan menatap Ares dengan jengah. "Kadang sih," jawab Ares, membuat Jihan mendengus kesal. Jihan yang tengah memainkan rambut Ares, langsung menariknya dengan keras, membuat Ares meringis kesakitan.

