Ares masih tak percaya dengan semua ini. Kenyataan yang membuat hidupnya terasa hancur seketika. Jadi, gadis yang Antariksa maksud selama ini adalah gadis yang ia cintai? Kenapa ia harus berada dalam posisi ini Tuhan? Ares langsung beranjak berdiri dan bergegas pergi dari sana. Hatinya terasa sangat sakit dengan kenyataan pahit ini. "Woi lo mau ke mana? Gue belum selesai ngomong!!" teriak Antariksa, namun Ares tak mengubrisnya sama sekali. Zara menatap kepergian Ares dengan bingung. Apa yang sebenernya terjadi? Ia bisa melihat raut wajah cowok itu yang tampak terkejut. "Kak Ares kenapa sih, Ma?" tanya Antariksa menolehkan kepalanya ke arah Zara. Zara langsung tersadar dari lamunannya. Ia kemudian menatap Antariksa. "Mungkin mau istrahat, An." Antariksa manggut-manggut mengerti.

