Jihan menatap Ares dari jauh. Ada rasa sedikit kasihan dihatinya, melihat Ares yang diperlakukan kasar seperti itu. Namun, semua ini salah Ares. Ares yang sudah memulainya. Dia yang sudah menghancurkan kepercayaan yang sudah diberi ibunya. Kedua netral cokelat Jihan, beradu dengan netral hazel milik Ares, saat cowok itu tengah menatapnya tanpa lepas. Jihan dengan cepat, langsung menarik tirai gordennya. Ia tak mau menatap wajah Ares. Lelaki yang sudah membuat hatinya luka, sedalam-dalamnya. Disaat ia sudah sangat mencintai Ares, namun kenapa cowok itu, malah tega menghancurkannya? Jihan menyenderkan tubuhnya di balik jendela. Perlahan, air matanya kembali turun membasahi pipi. Jihan memeluk kedua lututnya, dan menumpahkan rasa sakit yang dirasakannya dalam bentuk air mata. Jihan kemba

