23. Gue Pamit Jihan

1956 Kata

Jihan langsung melepaskan tangan Ares yang masih melingkar di lehernya. Ia memutar tubuhnya menghadap Ares. "Maksud lo apa?! Kenapa, lo ngaku-ngaku gue ini pacar lo?!" Ares menarik napas dan menghembuskannya. Ia menyamaratakan tingginya dengan Jihan. "Gue cuma gak mau, mba itu minta nomor gue." "Ya kenapa, harus ngaku-ngaku gue ini pacar lo? Kan, lo tinggal bilang, gak mau, gitu aja sih!" ujar Jihan sangat kesal. Ares terkekeh pelan, melihat wajah Jihan yang tampak menggemaskan. Ia mengangkat tangannya ke atas kepala Jihan dan mengacak-acak rambut Jihan. "Udah ayo pulang." Ares kemudian melengos menuju motornya, meninggalkan Jihan yang masih mencak-mencak emosi di sana. Jihan membalikkan badannya. Ia menatap Ares yang malah pergi meninggalkannya. "Ares, gue belum selesai ngomong!!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN