Gracia adalah orang yang patuh jika diberikan perintah. Namun situasi ini berbeda. Edward memberikannya pilihan. Berhenti atau dilemparkan ke kandang macan. "Saya tidak memilih salah satu di antara keduanya, Tuan!" jerit maid tersebut. Suara Gracia menggema di lorong. Usai mengatakan hal tersebut, Gracia kembali fokus pada apa yang ada di hadapannya. Dia memilih untuk tetap berlari. Sebab bila berhenti, pasti diberi hukuman oleh Pangeran Edward. "Kau ... apa? Berhenti di sana, pelayan sialan!" umpat Edward. Lelaki itu berlari, menyusul kepergian Gracia dengan mata yang melotot. Dia sangat marah karena maid tersebut berani lari darinya. Awas saja kalau ketemu! Edward berencana membuat Gracia tidak akan bisa tidur dengan tenang. Di sisi lain, Lacey tersenyum penuh kemenangan. "Rasain!

